Yamaha Lexi

Kalah dari PSPS, Pelatih Bandung United Singgung Kinerja Wasit

  Selasa, 03 September 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Bandung United, Liestiadi saat konfrensi pers usai laga pekan ke-14 Liga 2 2019 wilayah barat di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Selasa (3/9/2019). (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Bandung United kembali mengantongi catatan minor kontra PSPS Riau dalam lanjutan kompetisi Liga 2 2019. Skuat Tantan cs itu harus mengakui kekalahan dengan skor tipis 0-1 dalam laga pekan ke-14 Liga 2 2019 wilayah barat di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Selasa (3/9/2019). Gol sematawayang PSPS tersebut dibukukan Riki Dwi Saputro pada menit ke-47.

Pelatih Bandung United, Liestiadi menilai timnya bisa tampil imbang meladeni PSPS Riau namun banyak dikerjain wasit di sepanjang laga. Alhasil, banyak keputusan wasit cenderung lebih menguntungkan tim tuan rumah.

AYO BACA : Ini Ekspektasi Bandung United untuk 4 Pemain Pinjaman Persib

"Terus terang tadi pertandingan berimbang. Tapi banyak keputusan wasit, walaupun tidak drastis bagaimana dia menggiring supaya pertandingan ini menguntungkan tuan rumah," katanya saat konfrensi pers usai laga. 

"Saya mau protes, terus ofisial PSLS bilang kami di Persiraja dikerjai, lho. Jangan balas dendam sama kami. Kami kemarin di sana (menjamu di Bandung) main bagus, berkualitas, edukasi pemain. Jangan kami di sana bagus, di sini malah dizalimi, jangan begitu. Ini kompetisi, ada promosi dan degradasi, tapi coba sehatlah demi anak anak kita juga, demi generasi," ungkap Liestidi dalam jumpa pers usai laga.

AYO BACA : Bandung United Coret 5 Pemain di Akhir Paruh Musim 2019

Di sisi lain, Liestiadi  justru mengaku, selama timnya menjamu tim lain di Bandung, tak ada tim lawan yang mengeluhkan gaya kepemimpinan wasit. Lantaran Liestiadi menyebut, memang timnya mengusung fair play dalam pertandingan. Namun apa daya, Liestiadi mengaku, timnya tak berbuat banyak atas perlakuan wasit tersebut.

"Saya lihat wasit selalu menguntungkan tuan rumah. Kenapa wasit ini juga mengerjai kami. Tapi sudahlah, kami cape, mau bilang apa juga sepak bola selalu balas dendam, balas dendam, dikerjai di luar. Kalau kita, Bandung United (menjamu di Bandung) semua tim bilang ke saya wasit sangat bagus, fair, memang itu yang kita inginkan. Bukan soal kalah menang. Dengan begini coba lihat? Wasit mengajari yang tidak benar. Kalau orang tua mengajari tidak jujur, anak ke depan tidak jujur, hancur sepak bola indonesia," tandas Liestiadi.

Sementara itu, penggawa anyar Bandung United, M. Wildan Ramdhani tak banyak berkomentar. Eks penggawa Maung Bandung itu hanya mengatakan kekalahan di laga tersebut bakal menjadi pelajaran untuk timnya ke depan.

"Ya boleh dilihat di lapangan seperti apa. Tapi mungkin ini jadi pembelajaran bagi kita ke depannya. Semoga kita bisa semaksimal mungkin dan beri yang terbaik," ujar Wildan.

AYO BACA : Pelatih Bandung United Komentari Kemenangan Anak Asuhnya Atas PSGC Ciamis

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar