Yamaha Mio S

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Akibat Truk Kelebihan Muatan

  Selasa, 03 September 2019   Dede Nurhasanudin
Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). (ANTARA FOTO/Ibnu Chazar)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan dua truk pengangkut tanah yang terlibat kecelakaan di ruas Tol Cipularang KM 91 ternyata kelebihan muatan atau overload.

Karena kondisi tersebut, kedua truk itu sulit dikendalikan saat melaju di jalan yang kondisinya menurun. Akibatnya, sistem pengereman pun tidak perfungsi maksimal.

"Dump truck mengangkut 34 ton tanah merah, padahal kapasitasnya hanya 20 ton. Jadi, ada kelebihan muatan 14 ton," ujar Matrius, Selasa (3/9/2019).

AYO BACA : Masih Syok, Begini Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang

Ia mengatakan, kedua truk diketahui kelebihan muatan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (2/9/2019), yang dilanjutkan pada Selasa (3/9/2019) ini. Pembuktian itu juga diperkuat dengan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pengemudi truk berinisial SB.

"Sudah kami mintai keterangan untuk mengetahui hal itu, kalau secara keseluruhan masih kita dalami," kata dia.

Menurutnya, di Tol Cipularang KM 91 kemarin sebenarnya ada dua kejadian kecelakaan. Pertama, kecelakaan tunggal dump truck dengan sopir Dedi Hidayat. Dedi dilaporkan meninggal dunia.

AYO BACA : Polda Jabar: Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Cipularang Ikut Tewas

Truk yang membawa tanah bahan baku keramik itu diduga mengalami rem blong. Truk emudian terguling dengan posisi kendaraan melintang di tengah badan jalan.

Akibat kejadian itu, lima kendaraan dari arah Bandung lajunya menjadi terhenti. Tak berapa lama datang lagi dump truck yang dikemudikam oleh SB yang juga membawa muatan sama, yakni tanah untuk bahan baku keramik.

"Truk yang dikemudikan SB juga overload. Saat di jalan yang menurun, SB mengendalikan laju kendaraannya di posisi gigi enam. Kemudian dia melakukan engine brike ke posisi gigi lima dan empat," kata dia.

Namun, lanjut Kapolres, karena kendaraannya melebihi kapasitas, sistem pengereman yang dilakukan oleh sopir tersebut tidak efektif. Akhirnya kendaraan itu menabrak lima kendaraan di depannya. "Lalu belasan kendaraan di belakang dump truck dengan sopir SB ini menabrak kendaraan itu," ucap dia.

AYO BACA : Polri Jelaskan Kronologi Tabrakan Beruntun Cipularang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar