Yamaha Lexi

Mengintip Tren Jual-Beli Kosmetik Bekas

  Selasa, 03 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi (Antara)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Trend menggunakan make up bekas mulai berkembang di AS dan sekitarnya. Bisnis tersebut juga telah dilakukan situs Glambot.com yang berbasis di Pesisir barat selama beberapa tahun terakhir ini, tepatnya sejak diluncurkan pada 2015 silam.

Layanan yang berdasarkan pada penggunaan makeup yang tidak diinginkan sebelumnya itu, dikemas kembali dalam wadah baru dan menjualnya dengan harga miring. Setiap produk baik itu palet eyeshadow atau concealer dibersihkan dulu dari wadahnya yang lama. Pencarian cepat dari situs tersebut menunjukan daftar dari eyeshadows MAC, Chanel Foundation dan lipstick Charlotte Tilbury, yang mana semuanya dijual dengan harga murah dari RRP mereka. Terlebih produk tersebut juga telah dkirim ke Inggris.

AYO BACA : 5.000 Peserta Meriahkan BFF Run 2019

Banyak pertanyaan yang diajukan terkait kebersihan produk yang mereka jual, terutama keamanannya karena merupakan barang bekas, terlebih bagi produk maskara dan lipstick. Namun pihak Glambot menegaskan, bahwa teknik pembersihan yang mereka gunakan sangat ketat sehingga tidak akan ada masalah.

“Bergantung pada komposisi produk yang tepat, kami menggunakan kombinasi teknik sanitasi yang berbeda, yang meliputi penerapan panas, penggunaan berbagai larutan alkohol, penghilangan produk berlapis yang terperinci, dan penggunaan emolien alami,” ujar pendiri Glambot, Karen Horiuchi seperti dilansir glamormagazine, Selasa (3/9/2019).

AYO BACA : Bahaya Dermal filler pada Kulit Berjerawat

Terkait dengan tanggal penjualan dan kadaluarsanya, pihak Glambot biasa menggunakan tanda berbasis symbol yang tercetak di bagian dalam atau bawah produk. Sementara tag "best before date" ditunjukan pihaknya dengan menggunakan symbol jam pasir yang dicap. Glambot menegaskan, pihaknya tidak pernah menjual produk yang sudah ketinggalan zaman.

"Semua barang yang dikirim tidak boleh kedaluwarsa. Kami dengan cermat memeriksa semua item untuk tanggal yang secara eksplisit ditentukan pada label dan kemasan lainnya,"kata Horiuchi.

Nyatanya kegemaran aksi kecantikan menggunakan produk bekas tersebut tidak hanya dilakukan di US dan Eropa saja. Menurut Business of Fashion (BOF), kegemaran ini juga melanda Jepang yang merupakan salah satu negara terbersih yang jalanannya bebas sampah dan berteknologi tinggi itu senang membeli produk kecantikan bekas.

BOF melaporkan bahwa milenial Jepang sekarang menjelajahi situs penjualan barang bekas untuk mencari produk kecantikan kelas atas dengan harga murah. Hal yang dilakukan di Jepang tersebut bukan tanpa alasan, melainkan aspek bawaan budaya Jepang yang memang lebih hemat. Produk makeup yang dijual pun rata-rata dengan merek RMS Beauty dan Nu Skin, yang biasanya tidak tersedia di Jepang.

AYO BACA : 5 Manfaat Es Batu untuk Kecantikan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar