Yamaha Lexi

Program OPOP Bidik 5.000 Pondok Pesantren

  Senin, 02 September 2019   Dadi Haryadi
Temu Bisnis pesantren program One Pesantren One Product (OPOP) di Hotel Ibis TSM, Senin (2/9/2019). (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Dalam lima tahun kedepan, sebanyak 5.000 pondok pesantren ditargetkan mengikuti program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini salah satu dari 17 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masa jabatan 2018-2023 yang disebut program Pesantren Juara.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Kusmana Hartadji sebagian besar pesantren di Jabar belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.

Dia menjelaskan program OPOP bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh setiap pesantren di Daerah Provinsi yang dapat mewujudkan kemandirian pesantren.

AYO BACA : OPOP, Program Pemprov Jabar untuk Membuat Pesantren Mandiri

Program OPOP berjalan untuk lima tahun ke depan. Setiap tahunnya ditargetkan 1.000 pondok pesantren mengikuti kegiatan ini, sehingga akan tercapai 5.000 pondok pesantren, ujarnya di Bandung, Senin (2/9/2019).

Melalui program OPOP, kata dia, Pemprov Jabar ingin menumbuhkembangkan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Hal ini sangat penting untuk mewujudkan upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan umat di lingkungan pesantren.

Selain itu, pihaknya juga berharap mampu melahirkan pesantren unggulan di Jabar di bidang bisnis sehingga menciptakan kemandirian ekonomi.

AYO BACA : Ridwan Kamil Jamin Produk dari Pesantren Dikawal hingga Pemasaran

Kami berharap pesantren di Jabar memiliki produk unggulan dan memiliki komunitas bisnis sehingga menciptakan kemandirian ekonomi ummat, katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, OPOP saat ini telah memasuki tahap Temu Bisnis yang juga diwarnai dengan dan simbolis penyerahan hadiah oleh Gubernur untuk semua pesantren yang lolos audisi tahap 1 tingkat kecamatan.

Temu bisnis bertujuan untuk mempertemukan antara pihak pondok pesantren dengan para pengusaha dan brand-brand terkenal tanah air dalam menciptakan iklim kolaborasi usaha. Brand-brand tersebut antara lain ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Gakopsyah, Kadin, Best Brand, Yogya, Belibu, Ran, PT. Inti, BJB Sy, BukaLapak, Asephi, Sindangreret, Ampera, Hisana, Inagri, Superindo, Pindad, Kunafe, Floating Market, BNI Sy, Kartika Sari, Angkasa Pura, ICSB, Amanda, Chocodot, Primarasa, Asabri, Blibli, GDAS, Len dan Telkom.

Dari 1.287 pesantren yang hadir ikut seleksi audisi, terjaring 1.074 pesantren yang berhak melaju lolos ke tahap selanjutnya dan mendapat hadiah dari Pemprov Jabar berupa Temu Bisnis, Pelatihan dan Pemagangan, Bantuan penguatan modal usaha, Pendampingan usaha, Promosi produk (Pameran, dan lain-lain).

Tahap selanjutnya Pondok Pesantren akan di kompetisikan dalam seleksi audisi tahap 2 yang akan menghasilkan 108 Pondok Pesantren dengan produk terbaik tingkat Kabupaten/Kota dan kemudian dikompetisikan kembali dan akan menghasilkan 10 Pondok Pesantren dengan kategori produk terbaik tingkat Provinsi.

AYO BACA : Wagub Jabar: Pesantren Pilar Akidah dan Benteng Moral Bangsa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar