Yamaha

Selama Aman, Mahasiswa Papua Barat Dilarang Pulang

  Senin, 02 September 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan usai memimpin apel gabungan ASN Pemprov di Manokwari, Senin (2/9/2019). ANTARA/Toyiban/am.

MANOKWARI, AYOBANDUNG.COM -- Para mahasiswa Papua Barat yang tengah melangsungkan studi di luar pulau, seperti Jawa atau daerah lainnya, untuk tidak pulang ke tanah asal, selagi situasi di daerah tempat menimba ilmu masih aman.

"Sepanjang situasi masih aman, jangan pulang. Tetap kuliah seperti biasa dan jangan terprovokasi dengan isu-isu negatif, fokus menimba ilmu di kota studi," kata Gubernur Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan diĀ  Manokwari, Senin (2/9/2019).

Pemprov Papua Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait situasi keamanan di daerah yang menjadi lokasi studi mahasiswa Papua Barat. Itu untuk memastikan warganya bisa menempuh pendidikan dengan aman dan nyaman.

AYO BACA : Korban Kerusuhan Papua Dapat Santunan Rp15 Juta

Terkait kasus dugaan rasis yang terjadi di Surabaya, dia pun sudah menyampaikan kepada pemerintah pusat dan juga Polri agar menindak tegas para pelaku.

"Kita pun bisa ikuti perkembangan melalui media. Proses hukum sedang berlangsung bahkan sudah ada beberapa yang ditetapkan menjadi tersangka," ujar Mandacan.

Menurut dia, mahasiswa Papua Barat harus tetap berada di kota studi masing-masing hingga studinya selesai. Ia tak ingin timbul persoalan baru jika mereka kembali ke Papua Barat.

AYO BACA : Fadli Zon Minta Pemerintah Tegas Redam Gejolak di Papua

"Disiplin ilmu yang mereka ambil belum tentu ada di sini, maka ya harus tetap kuliah di kota studi masing-masing. Kecuali kalau situasinya betul-betul tidak aman, apa boleh buat," kata Mandacan.

Gubernur telah memberikan instruksi kepada kepala Dinas Pendidikan untuk menginventarisasi seluruh mahasiswa di setiap daerah luar Papua Barat. Ia ingin memastikan kondisi terkini para mahasiswa di kota studi.

Pemprov Papua Barat akan terus memantau aktivitas pendidikan mahasiswa di luar Papua Barat. Pihaknya belum memiliki rencana untuk memulangkan para mahasiswa di luar daerah.

"Mereka pamit dari rumah untuk kuliah, jadi kalau pulang harus bawa ijazah sarjana atau pascasarjana," ujarnya.

AYO BACA : Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Akan Berkantor di Papua

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar