Yamaha Lexi

Secercah Harapan untuk Universitas Padjadjaran

  Senin, 02 September 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Logo Unpad

Setiap lembar perjalanan memiliki makna tersendiri, baik bagi yang menulis tersebut maupun mereka yang menikmatinya.

Begitu juga dengan seorang rektor yang menjadi penulis pada lembar kepemimpinannya yakni disebuah institusi pendidikan (universitas).

Rektor adalah seorang pemimpin bagi warganya. Pemimpin di sini bukan hanya memimpin dalam segi kekuasaan, akan tetapi banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan kampus yang sesuai dengan harapan rakyatnya. Mulai mengayomi, mendampingi, dan menjembatani keinginan warga kampusnya termasuk mahasiswa.

Hal tersebut tentu dimulai dari langkah awal seorang rektor sebagai wujud dari visi misinya.

Dalam pelaksanaanya pun tentu seorang rektor tidak sendiri, banyak yang terlibat di dalamnya. Mulai dari pimpinan universitas, tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan mahasiswa, dan rektor itu sendiri tentunya.

Semua harus  berkolaborasi  dengan baik satu sama lain untuk mewujudkan harapan yang lebih baik seperti yang tertuang di visi dan misi seorang rektor.

Universitas Padjadjaran (Unpad) sendiri merupakan salah satu kampus yang favorit dan diminati banyak calon mahasiswa di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Berdasarkan data dari Kemenrisdikti (Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi),  5 tahun terakhir  menunjukan bahwa  Unpad selalu masuk dalam jajaran 5 besar kampus favorit  bersaing dengan UI, ITB, IPB, dan UGM yang diincar oleh calon mahasiswa setiap tahunya alias banyak peminat.

Dari segi peringkat kampus, Unpad cendrung mengalami grafik yang naik turun terhitung 5 tahun terakhir. Dimulai dari tahun 2014 berada pada peringkat 8 se Indonesia, 2015 peringkat 10, 2016 peringkat 12, 2017 peringkat 9, 2018 peringat 11, dan tahun ini yaitu 2019 peringkat 9.

Menilik dari data inilah tertuang harapan untuk rektor baru untuk membenahi segala aspek yang nantinya berada di bawah naungan rektor tersebut.

Adapun harapan yang ingin penulis sampaikan diantaranya yang pertama dari segi fasilitas kampus, sejauh ini memang sudah bagus mulai dari adanya angkutan kampus seperti odong-odong dan ojek kampus.

Akan tetapi perlu adanya penambahan fasilitas transportasi untuk mahasiswa, hal ini karena setiap tahunnya Unpad selalu menerima mahasiswa baru dalam jumlah banyak. Tentunya  ini harus dibarengi dengan fasilitas transportasi yang sesuai standar dan seimbang dengan jumlah mahasiswa.

Kedua, dari segi infrastuktur khususnya bangunan kampus juga perlu diberi pemerataan, seperti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memiliki gedung baru dan dilengkapi dengan lift, alangkah lebih baiknya nanti rektor baru memberikan fasilitas seperti itu juga untuk fakultas –fakultas lain supaya tidak terjadi ketimpangan sosial.

Sarana dan prasarana seperti WC yang pintunya sudah rusak dan air yang kadang tidak hidup  setiap saat juga menjadi kendala  mahasiswa dan civitas lainnya. Hal itu perlu dibenahi rektor mengingat mahasiswa sudah membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) dengan ketentuan yang  ditetapkan Unpad tentunya,

Bicara masalah UKT masih banyak para mahasiswa yang mengeluh karena tagihan yang terlalu tinggi bahkan tidak sesuai dengan kemampuan orang tua mahasiswa. Hal ini perlu ditelusuri dan dicarikan solusinya oleh rektor terpilih nantinya.

Pada pengajuan beasiswa pun seperti itu, birokrasi yang cenderung berbelit dan tengat waktu pengurusan yang terlalu cepat juga harus menjadi bahan pikiran bagi rektor dan pimpinan kampus nantinya.

Karena menurut penulis pengajuan beasiswa dan kelengkapan berkas bisa dibuat dalam sistem digital sehingga lebih efektif dan mahasiswa tak perlu repot datang ke kampus .Semoga segala birokrasi yang berbelit bisa lancar ditangan rektor baru.

Ketiga, dari segi sistem perkuliahan  terutama  TPB (Tahap Persiapan Bersama) diharapkan rektor  bisa mengubah sistemnya, karena perkuliahan TPB saat ini dinilai tidak efektif.

Bayangkan ada ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas tergabung dalam satu auditorium dengan satu dosen atau pengajar yang menghadapi para mahsiswa tersebut. Jelas hal ini tidak efektif akibatnya materi ajar yang disampaikan tidak sepenuhnya di tangkap mahasiswa dengan baik. Semoga sistem perkuliahan TPB tidak seperti itu lagi .

Melihat juga tantangan ke depan tentu kebijakan serta keputusan ada di tangan rektor, agar siap bersaing dengan kampus nasional hingga internasional nantinya.

Untuk itu telah terjadi penambahan jurusan dan program studi yang sesuai dengan kebutuhan era modern seperti saat ini. Beberapa program studi baru telah dibuka walau belum terakreditasi.

Tetapi hal ini menimbulkan masalah baru yakni ruang kelas yang tidak mencukupi. Hal ini dibuktikam dengaan adanya penambahan beberapa Program Studi di FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) seperti Bisnis Logistik dan Kearsipan digital yang kata mahasiswa barunya mereka belum memiliki kelas dan ruang prodi sendiri.

Dari hal itu alangkah lebih baiknya dicarikan solusi yang solutif oleh rektor baru nantinya apakah akan menambah gedung baru, membuat fakultas baru, atau kampus lain itu semua diserahkan pada keputusan dan kebijakan rektor.

Keempat, bagi mahasiswa Unpad, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) merupakan wadah aspiratif  untuk menyalurkan berbagai potensi dan hobi yang dimiliki. Rektor harus merelokasi sekretariat yang dinilai masih belum baik.

Gheovano Alfiqi

Mahasiswa Unpad

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar