Yamaha NMax

Kekeringan, Kementan Tak Akan Impor Beras Hingga Akhir Tahun

  Senin, 02 September 2019   Republika.co.id
Ilustrasi—Pekerja beraktivitas di gudang Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Barat Jalan Gedebage, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Meski telah memasuki kekeringan, Kementerian Pertanian menjamin impor beras dalam waktu dekat tak akan terealisasi. Dipastikan produksi dan stok beras nasional dapat memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun ini.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi memastikan, tak ada masalah berarti di sisi produksi beras. Hal itu seiring dengan adanya optimalisasi lahan rawa dan panen di wilayah nonlahan rawa, untuk itu impor dalam waktu dekat tak akan dibuka.

AYO BACA : Kekeringan Ekstrem Masih Akan Landa Indramayu, Cirebon, dan Majalengka

"Kita masih cukup (produksi), di gudang Bulog ada. Gak perlu impor, malah kita ekspor beras," ungkap Suwandi, seperti dilaporkan Republika.co.id, Minggu (1/9/2019).

Meski begitu, dia meyakini, Indonesia memang belum mampu mengekspor beras biasa.

AYO BACA : Kekeringan Melanda 7 Desa di Kecamatan Cipatat KBB

Umumnya, ekspor yang dilakukan pemerintah hanya dalam komoditas beras khusus seperti beras organik.

Dia meyakini meski Indonesia dilanda kekeringan, pasokan beras bakal aman dan tak membuka keran impor karena pemerintah tengah menggalakkan ekspor.

Dia menyebutkan, produksi panen secara bulanan di tahun ini rata-rata sebesar 900.000-1 juta hektare.

Dia juga membandingkan jumlah produksi tahun ini hampir sama dengan produksi tahun lalu, bahkan jumlah produksi tahun ini ditarget lebih meningkat.

AYO BACA : 489 Hektare Persawahan di Kabupaten Bandung Kekeringan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar