Yamaha Lexi

Pilkades Kabupaten Bandung Rawan Judi

  Minggu, 01 September 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi -- Seorang pemilih memasukkan kertas suaranya ke dalam kotak suara. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Perjudian menjadi salah satu kerawanan dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengatakan, dalam pilkades, perjudian kerap kali terjadi, sehingga menjadi salah satu kerawanan.

AYO BACA : Polres Bandung Lakukan Pemetaan Kerawanan Pilkades

"Kalau (pilkades) sebelum-sebelumnya iya (sering terjadi perjudian)," ucap Tata, Minggu (1/9/2019).

Karena pilkades sering dijadikan ajang judi para penjudi, kata Tata, maka pemerintah menggelar pilkades secara serentak.

AYO BACA : Bupati Dadang Naser: BNN Perlu Dilibatkan dalam Pilkades

"Salah satu alasan kenapa dilakukan Pilkades serentak, adalah mengantisipasi perjudian," imbuhnya.

Dengan pilkades dilakukan secara serentak, para penjudi yang biasa bermain dalam pilkades bisa diantisipasi, karena dengan banyaknya daerah yang menggelar pemilihan kepala desa, maka konsentrasi penjudi menjadi terpecah.

Disinggung mengenai desa yang rawan terhadap perjudian dan rawan konflik, Tata mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi.

"Semua desa harus diantisipasi," tutupnya.

AYO BACA : Pemkab Bandung Alokasikan Rp18,5 Miliar untuk Pilkades Serentak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar