Yamaha

Pesan Berantai Biaya Tilang Terbaru adalah Hoaks

  Minggu, 01 September 2019   Faqih Rohman Syafei
(@tmcpolrestabesbandung/twitter)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Beredar pesan berantai pada media sosial, menyebutkan adanya biaya tilang terbaru di Indonesia. Polisi menegaskan pesan itu adalah hoaks.

"Itu hoax, yang menentukan besaran denda tilang itu adalah dari pengadilan," ujar Kasat Lantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo kepada ayobandung.com, Sabtu (31/8/2019) malam.

AYO BACA : Lalai Gunakan Sabuk Pengaman Dominasi Pelanggaran Ops Patuh Lodaya

Dia mengatakan, hingga kini Polri dan instansi terkait tidak pernah merilis pesan tersebut ke publik. Berdasarkan undang-undang, tidak ada istilah biaya tilang, tetapi denda tilang.

"Sementara pengadilan, sampai saat ini belum pernah menyampaikan besaran denda yang sudah ditetapkan seperti itu," terangnya.

AYO BACA : Ops Patuh Lodaya Sabtu Malam Sasar 3 Lokasi

Bayu menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui besaran denda tilang dan waktu pengambilan SIM atau STNK bisa melalui e-tilang. Aplikasi ini hadir untuk memudahkan masyarakat.

"Karena kita ada aplikasi e-tilang, sudah ditentukan besaran dendanya sudah ada rekening yang harus dibayarkan melalui briva," ucapnya.

Diimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati menerima informasi yang tersebar di media sosial, terlebih sumbernya tidak jelas.

"Masyarakat harus faham, bahwa berita yang beredar saat ini kalau tidak yakin tolong konfirmasi dengan kami. Karena kami sudah menyebarkan bahwa berita biaya tilang terbaru adalah hoaks," pungkasnya.

AYO BACA : Polres Bandung Tilang Ratusan Pengendara di Hari Pertama Operasi Patuh Lodaya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar