Yamaha NMax

Kritis Akibat Tetanus, Pejuang Cilik Asal Cipongkor Ini Butuh Bantuan

  Jumat, 30 Agustus 2019   Tri Junari
Raji Maulana (12) pejuang cilik miskin Kampung, Buntersari Desa, Sirnagalih Kecamatan, Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB) kritis di RS Hasan Sadikin Kota Bandung. (istimewa)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM--Raji Maulana (12) pejuang cilik miskin Kampung, Buntersari Desa, Sirnagalih Kecamatan, Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB) kritis di RS Hasan Sadikin Kota Bandung. Aji panggilannya koma akibat bakteri Tetanus dari inspeksi gigi keropos sudah menjalar ke bagian otak.

Ketua Trapawana Jawa Barat, David Riksa Buana mengatakan orang tua Aji, Sambas Asikin (48) dan Reni (34) hanya buruh tani. Aji menderita tetanus sejak enam hari terakhir dan sudah dua hari koma di RS. Hasan Sadikin Bandung.

"Rumahnya yang jauh dari pusat kesehatan menyebabkan luka pada gigi keropos Aji menjadi tetanus, sudah dua hari koma di RS. Hasan Sadikin," ungkap David saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).

AYO BACA : Divonis Tumor Otak, Penjual Mainan Anak Kelimpungan Cari Biaya Berobat

Akibat keterlambatan penanganan dan kurangnya wawasan warga pelosok KBB ini akhirnya Aji dibawa Trapawana ke RSHS. Hingga saat ini dokter menyatakan bakteri tetanus sudah menjalar ke bagian otak.

David sudah berupaya melakukan pendampingan agar perawatan Aji bisa dicover jaminan kesehatan pemerintah. Namun hingga saat ini belum juga ada BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang turun.

"Atas dasar itu saya menggugah semua pihak untuk membantu biaya pengobatan Aji dengan penggalangan dana melalui media sosial," ujar David.

AYO BACA : Dinsosnangkis Datangi Suwardati, Penjual Risoles dengan Dua Anak Polio

Menurutnya, Aji berasal dari keluarga miskin yang tinggal di pelosok Kabupaten Bandung Barat. Keterbatasan ekonomi dan jauhnya warga pada pusat kesehatan menyebabkan penanganan medis lambat.

"Untuk biaya rawat inap Rp1,5 juta/hari, kemudian biaya penunggu Rp300 ribu/hari belum untuk obat dan lainnya," kata David.

David menambahkan, Aji merupakan pejuang cilik yang telah ikut membantu terwujudnya jembatan swadaya Rangga Madoe di daerah KBB selatan.

Saat pembangunan, bocah ini ikut membantu mengangkat pasir dan batu dari sungai hingga akhirnya jembatan bisa dimanfaatkan warga dua wilayah. 

Bagi mereka yang berniat membantu, Trapawana Jabar membuka donasi melalui Bank Mandiri No.rek.130-00-1660048-1 An. David Riksa Buana atau datang langsung ke RSHS.

"Aji seorang pejuang cilik yang ikut membantu pembangunan jembatan swadaya Rangga Madoe," tandasnya.

AYO BACA : Mensos Berikan Bantuan untuk Puluhan Ribu Warga Miskin Kota Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar