Yamaha Lexi

Bahas GCG bank bjb, Agus Supriyatna Raih Gelar Doktor Manajemen Predikat Cumlaude

  Jumat, 30 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Pemimpin Divisi Anak Perusahaan bank bjb, Agus Supriyatna berhasil meraih gelar Doktor bidang Manajemen setelah menempuh sidang promosi doktor (S3) di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendiidikan Indonesia (UPI), Jumat (30/8/2019). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

SUKASARI, AYOBANDUNG.COM -- Pemimpin Divisi Anak Perusahaan bank bjb, Agus Supriyatna berhasil meraih gelar Doktor bidang Manajemen setelah menempuh sidang promosi doktor (S3) di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendiidikan Indonesia (UPI), Jumat (30/8/2019). Dalam sidang terbuka yang turut dihadiri jajaran direksi bank bjb tersebut, Agus dinyatakan lulus dengan yudisium 3,90 dan dinyatakan cumlaude.

Agus mempertahankan hasil penelitian disertasinya yang berjudul "Implementasi Good Corporate Governance Pengaruhnya Terhadap Kinerja Bank" di hadapan para penguji dan promotor sejak pukul 10.00 WIB. Sidang yang dipimpin oleh Dr. Disman tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam 15 menit

AYO BACA : bank bjb Raih Infobank Awards, Ukir Prestasi Terbaik 2 Dekade Tiada Henti

Secara umum, penelitian yang melibatkan sebanyak 65 kantor cabang bank bjb sebagai unit analisisnya tersebut menunjukan hasil bahwa penerapan konsep Good Coorporate Governance (GCG) memiliki pengaruh pada kinerja sebuah bank. Konsep ini harus dapat diimplementasikan dari level fungsional dan operasional hingga level manajemen sebuah bank secara konsisten.

"Rendahnya implementasi GCG akan berdampak pada rendahnya kinerja bank. Kinerja bank akan berada pada kategori yang tinggi apabila GCG diterapkan secara konsisten," terang Agus dalam pemaparan disertasinya.

AYO BACA : bank bjb syariah Raih Penghargaan TOP Bank 2019, pada URL

Penelitian deskriptif verifikatif yang menggunakan teknik sampling jenuh tersebut menujukan bahwa implementasi GCG mampu meningkatkan kinerja bank secara signifikan. Syaratnya, kualitas manajemen internal pun harus terus diperkuat sembari senantiasa merespon perubahan eksternal dengan luwes.

Dia mengatakan, nilai kebaruan dari penelitiannya di bidang pembahasan GCG dalam perbankan adalah, bahwa penelitiannya dilakukan secara bottom up alih-alih hanya menganalisa implementasi GCG di level manajemen. Sehingga, dinamika penerapan GCG yang terjadi di level bawah juga dapat dipahami, yang mana hasilnya menunjukan adanya kecenderungan implementasi yang berbeda dengan level manajemen.

Untuk bjb yang ditelitinya, penelitian ini memberikan masukan bahwa GCG harus dapat diimplementasikan hingga level teratas dengan komitmen yang tinggi. 

"Masukan dari saya, perlu ada internalisasi budaya GCG secara terus menerus hingga top manajemen. Internal harus dikuatkan, dan harus terus dapat merespon perubahan eksternal," ungkapnya.

Dia mengatakan, konsep serupa juga dapat berlaku bagi bank lainnya, meski dalam implementasi tidak persis sama. 

AYO BACA : Digitalisasi Jadi Senjata Utama bank bjb Genjot Kinerja

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar