Yamaha

Kekeringan Persawahan Karawang Diperparah Pendangkalan Irigasi Tertier

  Kamis, 29 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Seorang warga mengambil air dari sumur buatan di Desa Parungmulya, Ciampel, Karawang, Jawa Barat, Selasa (2/7/2019). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

KARAWANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pertanian Kabupaten Karawang mengandalkan bantuan pemerintah pusat untuk memperbaiki saluran irigasi tertier yang mengalami kerusakan.

"Saat ini saluran irigasi tertier yang berfungsi mengairi areal sawah banyak yang rusak, umumnya mengalami pendangkalan," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Hanafi, di Karawang, Kamis (29/8/2019).

Ia mengatakan, pendangkalan pada saluran irigasi tertier cukup berdampak saat musim kemarau. Petani sulit mendapatkan air untuk mengairi areal sawahnya, karena tidak mencukupinya pasokan air saluran irigasi.

Menurut dia, sesuai dengan catatan Dinas Pertanian pada musim kemarau seperti saat ini, terdapat 1.644 hektare sawah yang kekurangan air akibat saluran tersiernya mengalami pendangkalan. Selain itu, seluas 123 hektare sawah sudah puso.

AYO BACA : Kemarau, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam di Karawang

"Dalam menangani kesulitan air ini, kami hanya bisa membantu dengan bantuan pompa air," kata dia.

Menurut dia, sudah waktunya saluran irigasi tertier di wilayah Karawang direvitalisasi, karena banyak yang mengalaminya pendangkalan. Namun Pemkab Karawang tidak memiliki cukup anggaran untuk melakukan revitalisasi saluran irigasi tertier tersebut sehingga harus mengandalkan bantuan pemerintah pusat.

Sementara catatan Serikat Tani Karawang (Setakar) menyebutkan saat ini ribuan hektare areal persawahan di wilayah Karawang utara mengalami gagal tanam pada musim kemarau tahun ini.

"Air dari saluran irigasi tidak bisa mengalir ke wilayah Pakisjaya dan sekitarnya, padahal di daerah itu sudah masuk jadwal tanam," kata Ketua Setakar, Deden Sofian.

AYO BACA : Nelayan Karawang Laporkan Dugaan Korupsi di Pelelangan Ciparagejaya

Jadwal tanam padi di daerah sekitar Pakisjaya pada musim gadu seharusnya sudah dimulai pada akhir Juni 2019. Tapi hingga kini masih ada ribuan hektare sawah yang belum tanam.

Di wilayah utara Karawang atau di Pakisjaya, areal persawahan yang sudah ditanami padi hanya sekitar 600 hektare. Sedangkan sekitar 1.300 hektare lainnya belum ditanami padi karena petani kesulitan air untuk mengairi areal sawahnya.

Kondisi itu terjadi akibat minimnya air yang mengalir di saluran irigasi menuju wilayah Pakisjaya yang merupakan golongan air lima. Sementara sesuai dengan jadwal gilir-giring air yang diterapkan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, seharusnya air sudah masuk ke wilayah Pakisjaya.

Ia menyampaikan, selain faktor kekeringan, kondisi itu juga terjadi akibat kerusakan saluran irigasi. "Terjadi pengendapan lumpur yang luar biasa di saluran irigasi menuju Pakisjaya. Beberapa titik pintu air di saluran irigasi itu juga perlu diperbaiki," katanya.

Ia menyarankan, agar Pemkab Karawang dan PJT II Jatiluhur bisa lebih serius dalam menangani kekeringan yang rutin terjadi setiap tahun. 

AYO BACA : Pemkab Karawang Hentikan Aktivitas Tambang Batu Kapur Tak Berizin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar