Yamaha

Bandung Zoo Musnahkan 263 Hewan yang Diawetkan

  Rabu, 28 Agustus 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Petugas memusnahkan satwa yang diawetkan di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Rabu (28/8/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo memusnahkan 263 hewan yang diawetkan (ofset) dengan cara dibakar. Pemusnahan ini berdasarkan persetujuan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat (Jabar).

Analis data perlindungan konservasi wilayah III BKSDA Jabar, Dadang Hernawan menyampaikan jenis hewan awetan yang dimusnahkan ini cukup bervariatif mulai dari kategori karnivora, aves, hingga reptil. Sedangkan ukuran hewan awetan yang dimusnahkan mulai dari yang berukuran kecil seperti ular dan burung cendrawasih, hingga yang berukuran besar seperti harimau, orangutan, dan beruang madu. 

AYO BACA : Kubah Burung, Persembahan Terbaru Bandung Zoo Idulfitri 2019

"Ini kan menindaklanjuti permohonan dari Kebun Binatang Bandung, bahwa ada satwa ofsetan yang tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk diperagakan. Baik untuk pendidikan maupun penilitian," ungkap Dadang di Bandung Zoo, Rabu (28/8/2019).

Dadang menyampaikan, hewan awetan yang dimusnahkan mendapatkan penilaian dan penyeleksian terlebih dahulu. Ofsetan yang dimusnahkan adalah ofsetan yang tidak difungsikan lagi untuk pendidikan dan penelitian.

AYO BACA : Bandung Zoo Punya Keluarga Baru, Bona Si Bayi Tapir

"Ini prosesnya administrasinya udah lama. Kita sebelumnya ada pendataan dan pemeriksaan dulu. Nah, kita juga sudah mendapatkan dukungan dari Dirjen Kementerian KLHK dan baru bisa hari ini untuk diesksekusi. Kebanyakan mamalia, dan ini pemusnahan pertama kebun binatang Bandung," tutur Dadang.

Dadang menyebutkan, pemusnahan ofsetan ini untuk mengantisipasi pemanfaatan ilegal hewan awetan tersebut agar tidak lagi ambil pihak tak bertanggung jawab. "Kenapa harus dibakar karena ini tidak boleh dimanfaatkan di luar kepentingan pendidikan dan penelitian. Dasarnya UU nomor 5 tahun 1997 tentang pengawetan," lanjut Dadang.

Selanjutnya, Dadang mengimbau kepada masyarakat yang memilki hewan awetan dapat menyerahkannya kepada BKSDA guna dimusnahkan. Kepemilikan satwa dilindungi baik hidup atau diawetkan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa menyebutkan lebih dari 200 spesies satwa dalam keadaan langka dan wajib dilindungi. 

Bukan hanya itu, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya mengatur sanksi tegas bagi para pelaku perburuan dan perdagangan satwa secara ilegal.

"Untuk lembaga konservasi kan untuk kepentingan penelitian. Kalau di luar, untuk umum gak boleh. Makanya lebih baik serahkan ke BKSDA saja, diserahkan daripada diambil nanti kena pidana. Kalau diserahkan sama masyarakat berarti ada unsur kesadaran. Karena kalau tidak diserahkan bisa terkena pidana kalau salah lima tahun," ujar Dadang.

AYO BACA : Noong Manuk, Cara Beda Memperingati Hari Bumi di Bandung Zoo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar