Yamaha Mio S

Omzet Pedagang Tangkuban Parahu Turun Drastis

  Selasa, 27 Agustus 2019   Tri Junari
Sejumlah pedagang di gerbang kawasan wisata alam Tangkuban Parahu. (Tri Junari/ayobandung.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak Gunung Tangkuban Parahu ditetapkan berstatus waspada, omzet sejumlah pedagang di kawasan wisata itu turun drastis. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk pindah lokasi berjualan.

AYO BACA : Kawah Ratu Tangkuban Parahu Masih Bergejolak

Aep Sopandi (34). pedagang kerajinan yang biasa berdagang di sekitar Kawah Ratu Tangkuban Parahu, mengaku sejak gunung itu berstatus waspada pada 2 Agustus lalu, ia beralih mengais rejeki di gerbang sejumlah obyek wisata yang ada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

AYO BACA : Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu Terpantau Masih Tinggi

"Ya sejak waspada saja kita jualan di sini, sebagian juga jualan di Orchid, Cikole Resort, Grafika dan Ciater," ungkap Aep, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, hal itu dilakukan agar ia tetap bisa mendapat keuntungan setiap hari daripada tidak ada pemasukan sama sekali. "Memang tidak seramai di Tangkuban Parahu, tetapi ya lumayan daripada enggak jualan," katanya.

Secara ekonomi, pergeseran lokasi jualan ini menurunkan omzet pedagang hingga mencapai 80%. "Turun drastis tapi ya gimana lagi," tutur Aep.

Direktur PT Graha Rani Putera Persada (GRPP), selaku pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Putra Kaban mengatakan total ada 1.300 pedagang yang biasa berdagang di sekitar obyek wisata Tangkuban Parahu. "Total ada 1.300 pedagang, bagaimana lagi kalau seperti ini ya tidak bisa berjualan di sekitar kawah," katanya.

AYO BACA : Terpapar Abu Tangkuban Parahu, Kesehatan Pemetik Teh Sukawana Terganggu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar