Yamaha

Menkeu Sri Mulyani Ingin Percepatan Eksekusi Belanja Modal

  Senin, 26 Agustus 2019   Dadi Haryadi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan adanya percepatan eksekusi belanja modal di kementerian dan lembaga yang masih lambat hingga akhir Juli 2019.

"Kami harapkan kementerian dan lembaga yang punya portofolio belanja modal bisa percepat eksekusi," kata Sri Mulyani di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (26/8/2019).

Sri Mulyani mengatakan percepatan penyerapan belanja modal ini diperlukan karena bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan sektor investasi.

AYO BACA : Menkeu Sri Mulyadi Ingin Laporan Keuangan Pemerintah Sehat

Padahal, menurut dia, Indonesia sedang menikmati momentum masuknya arus modal ke instrumen surat berharga negara dan saham seiring dengan membaiknya daya tarik ekonomi domestik.

"Eksekusi belanja modal yang lambat bisa mempengaruhi investasi. Padahal, ini bisa memberikan respons positif kepada dunia usaha. Jadi, kita tidak hanya bergantung kepada konsumsi pemerintah dan rumah tangga," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja modal hingga 31 Juli 2019 baru mencapai Rp48,4 triliun atau 25,6 persen dari pagu Rp189,3 triliun.

AYO BACA : Dorong Investasi, Menkeu Sri Mulyani Pertimbangkan Insentif bagi Daerah

Realisasi ini lebih rendah 10,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp54,1 triliun atau 26,6 persen dari pagu Rp203,9 triliun.

Sebagian besar realisasi belanja modal ini dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, irigasi dan jaringan yang dibutuhkan untuk mendorong kinerja investasi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi realisasi belanja modal adalah permasalahan ganti rugi lahan dan pinjaman yang belum efektif di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu, karena adanya reorganisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta kegiatan kontrak tahun jamak yang masih dalam proses persetujuan.

AYO BACA : Anggaran Infrastruktur 2020 Mencapai Rp419,2 Triliun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar