Yamaha Mio S

Hendak Dijual ke Luar Negeri, Ratusan Sepeda Motor Hasil Penggelapan Disita

  Minggu, 25 Agustus 2019   Faqih Rohman Syafei
Barang bukti ratusan kunci sepeda motor hasil penggelapan yang disita Polda Jabar, Minggu (25/8/2019). (Faqih Rohman Syafei/ayobandung.com)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak empat orang pelaku penggelapan sepeda motor ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Minggu (25/8/2019). Ratusan sepeda motor dari berbagai jenis disita dari tangan pelaku. 

Keempat pelaku yang berinisial AR (37), YM (44), RD (40), dan HR (39) diketahui berdomisili di Limbangan, Kabupaten Garut. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 481 KUHP tentang pemberian, pertukaran, penerimaan gadai, penyimpanan, dan penyembunyian barang yang diperoleh dari kejahatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Iksanto Bagus, mengatakan modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku adalah mengajukan kredit motor ke sejumlah perusahaan leasing dengan menggunakan identitas orang lain.

Akibat aksi para pelaku, empat perusahaan leasing mengaku telah merugi. Bahkan, sejumlah perusahaan itu telah melaporkan aksi penggelapan ini. 

"Kejahatan model baru dengan cara menggunakan aplikasi. Setelah disetujui pengajuan kredit motor, tiga orang pelaku lalu mengambil motor baru tersebut," ujarnya di Mapolda Jabar, Minggu (25/8/2019).

Dia menyebutkan, motor-motor hasil pengajuan kredit yang dilakukan oleh YM, RD, dan HR di jual ke AR. Kemudian barang-barang itu oleh AR dijual kembali ke MD. Ia menjelaskan, motor-motor tersebut terlebih dahulu dikumpulkan di Jakarta sebelum dikirim ke luar negeri.

"Dari AR dijual kembali ke MD (DPO). Setalah diambil dikirim langsung di kumpulkan kemudian dikirim ke Jakarta dimasukan dalam gudang, lalu kirim ke luar negeri," katanya. 

Iksanto menambahkan, selama Juni sampai Agustus para pelaku telah mengumpulkan sebanyak 125 motor yang rata-rata berjenis matic. Sebanyak 203 motor sudah berhasil dikirim oleh para pelaku kedua negara yakni Vietnam dan Afrika Selatan.

"Sebelumnya, sebanyak 203 motor telah dikirim ke Vietnam sebanyak 103 motor dan 100 motor ke Afrika Selatan," kata dia. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar