Yamaha Mio S

Begini Curhatan Pedagang di Cicadas Pascapenataan PKL

  Sabtu, 24 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Sejumlah pedagang menempati lapak baru di kawasan Cicadas, Sabtu (24/8/2019).(Nur Khansa/ayobandung)

CICADAS, AYOBANDUNG.COM--Sudah dua pekan terakhir puluhan pedangang kaki lima yang ada di kawasan Cicadas, Kota Bandung, berjualan di tempat baru hasil renovasi. Lapak dagangan mereka kini tak lagi menghadap ke arah jalan, melainkan disusun saling berhadapan ke bagian dalam trotoar.

Salah satu tujuan pembenahan PKL ini ialah untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Tujuan lainnya adalah untuk mengatur suasana di areal luar Pasar Cicadas agar tidak terlalu padat. 

Kepadatan memang kerap terjadi di kawasan ini akibat volume kendaraan yang melintas selalu ramai. Keberadaan para PKL yang di luar areal pasar juga menambah semrawut. Pasalnya mereka berjualan menghadap ke arah jalan. Kondisi tersebut menjadi faktor pemicu yang memperparah sendatan karena banyak pejalan kaki atau kendaraan yang parkir di bibir jalan.

Salah seorang pedagang, Wawan Suhara (50) mengatakan, kondisi kepadatan lalu lintas di kawasan Cicadas cukup terurai dengan adanya penataan PKL ini.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada perubahan. Meskipun sedikit," katanya kepada Ayobandung.com, Sabtu (24/8/2019).

Wawan merupakan salah satu di antara 20-an pedagang yang telah mendapat jatah lapak baru hasil renovasi. Sebelumnya, lapak jualan Wawan menghadap ke arah jalan. Namun kini dagangannya diarahkan ke bagian dalam.

Pembeli yang sebelumnya sering menggunakan bibir jalan sebagai jalur lalu lalang kini beralih menggunakan trotoar. "Dulu trotoarnya kecil karena dipakai (dagang). Tapi sekarang udah jadi lebar setelah ditata," terang Wawan.

Berbeda dengan Wawan, salah satu pedagang lainnya, Linda Diniarti (36) mengaku belum bisa melihat ada atau tidaknya dampak lalu lintas dari penataan.

"Kalau sampak ke kemacetan jadi lancar belum kelihatan, sih. Mungkin karena belum banyak juga pedagang yang ditata," ungkapnya. 

Penataan ini memang baru memasuki tahap awal. Baru 20-an kios yang dirombak dari total 600-an PKL yang ada berdasarkan data pemerintah. Wawan dan Linda adalah dua di antara ratusan pedagang yang kebagian jatah lapak baru di masa awal penataan. Mereka berjualan di bagian pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cikutra.

Dampak Ekonomi

Linda menyebut kebiasaan pembeli berjalan di pinggir jalan memang otomatis terkikis dengan adanya penataan ini. Namun hal tersebut juga mendatangkan dampak lain, yakni menurunnya pendapatan yang dihasilkan dari dagangannya.

Sebelum ditata, dirinya mengaku para pembeli lebih sering bertransaksi di muka lapak yang menghadap ke jalan. Bahkan tak jarang di antara para pembeli yang memilih bertansaksi sambil tetap menumpaki sepeda motornya.

"Sekarang udah enggak mungkin. Tapi sudah mulai ada perbaikan di minggu kedua. Di minggu pertama, sepi banget. Mungkin sekarang udah agak terbiasa," jelas Linda yang berjualan aksesoris ini.

Soal hal ini, Wawan pun satu suara. Menurutnya, penjualan keranjang buah miliknya masih berkisar di atara dua hingga 10 buah setiap harinya.

"Enggak menentu. Kalaupun ada peningkatan, baru sedikit. Mudah-mudahan ke depan semakin bagus, semakin ramai. Pembelinya udah mulai biasa karena sekarang kondisinya juga lebih tertib," harapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar