Yamaha Lexi

Tari Topeng dan Sintren Meriahkan HUT ke-74 RI di Wangunharja

  Sabtu, 24 Agustus 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Acara malam puncak peringatan HUT ke-74 RI di Blok Imba Desa Wangunharja Kecamatan Jamblang Cirebon berlangsung meriah, Jumat (23/8).

Acara malam puncak peringatan HUT ke-74 RI di Blok Imba Desa Wangunharja Kecamatan Jamblang Cirebon berlangsung meriah, Jumat (23/8). Warga berbagai usia antusias memadati arena pentas seni yang digelar di Alun-alun Masjid Alfalah Langgen itu. Pertunjukkan tari topeng dan sintren tersebut dimotori oleh para pemuda setempat yang didukung para sesepuh di desa tersebut.

 

Ketua panitia Hendri Adriansyah menjelaskan, pentas seni  merupakan gagasan pemuda Langgen. “Ini adalah malam penutupan rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan RI. Persiapannya kurang dari satu bulan. Semua panitianya dari kalangan pemuda dan pentas seni ini untuk melestarikan kesenian tradisional kita. Kalau bukan para pemudanya yang mencintai kesenian ini, siapa lagi?” ujarnya. 

 

Hendri menambahkan, selama dua tahun terakhir, kegiatan malam puncak diisi dengan pertunjukkan Organ Tunggal. “Tahun ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Kalau Agustusan biasanya menampilkan Organ Tunggal, tahun ini dengan tari tradisional, tari topeng, dan sintren. Kami ingin menunjukkan bahwa para pemuda Langgen tidak anti dengan seni tradisional. Ini juga untuk mengenalkan kesenian ini kepada adik-adik kami,” ungkapnya.

 

Menurut Hendri, saat ini pertunjukkan tradisional semacam ini sudah jarang dipertontonkan. Oleh karena itu, Hendri dan kawan-kawannya bersepakat menggelar acara itu. “Kegiatan ini dibiayai secara swadaya masyarakat dan para donatur.  Alhamdulillah, dukungan masyarakat begitu besar agar kami terus mengadakan acara tahunan ini. Semoga acara ini dapat membangun kekompakan dan silaturahmi yang lebih erat di kalangan masyarakat,” imbuhnya.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Wangunharja Sunanto mengapresiasi langkah Hendri dan kawan-kawannya tersebut. “Saya merasa bangga terhadap para pemuda yang begitu giat menjaga kekompakan. Kegiatan ini memberikan motivasi kepada masyarakat, kita harus bergotong-royong dan menjaga silaturahmi demi kepentingan bersama. Kita semua adalah saudara. Jaga persatuan agar hidup kita tenteram. Para pemuda ini telah menunjukkannya,” katanya. 

 

Pentas seni itu diisi para penari yang tergabung dalam Sanggar Seni “Cipta Bagus Winangun” dari Sitiwinangun, Jamblang-Cirebon pimpinan Sinar Esa Pratama. 

 

Esa mengatakan, sanggar yang dipimpinnya itu baru berusia dua tahun. “Awalnya kami hanya ingin mengisi waktu luang kami saja. Lalu kami bertemu dengan Mama Erik, belajar menari dan membuat sanggar ini. Penari termuda yang baru saja tampil tadi bernama Najwa, usianya sekitar 10 tahun,” ungkap Esa.

 

Mama Erik yang dimaksud adalah pemilik Sanggar Sinar Surya Santa Barbara, Richard North. Pria pecinta Gamelan Cirebon itu membuat sanggar di negara asalnya, Amerika Serikat. “Erik sukses menjadikan Gamelan Cirebon sebagai salah satu kelas resmi yang dipelajari di Universitas California Amerika Serikat,” pungkas Esa.

Hari Pradirwan

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar