Yamaha NMax

Bayi Kembar Siam Fadly Fadlan Terkena Infeksi Paru

  Jumat, 23 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Nucki Nursjamsi Hidajat. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM--Bayi kembar siam yang mengalami dempet di kepala asal Cianjur, Fadly dan Fadlan (9 bulan) kembali mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sejak Kamis (22/8/2019) malam setelah dilaporkan mengalami demam. Dari hasil pemeriksaan, diketahui keduanya ternyata mengalami infeksi saluran nafas dan paru atau bronkopneumonia.

Karena infeksi saluran nafas. Sekarang masih dirawat untuk terapi tuntas dari penyakit bronkopnemumonia, sekaligus check-up kembali untuk persiapan terapi lanjutan, ungkap direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Nucki Nursjamsi Hidajat saat ditemui di RSHS, Jumat (23/8/2019) sore.

Adapun bronkopnemumonia adalah salah satu jenis infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru. Hal ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Untuk mengobatinya, Fadly dan Fadlan telah mendapat sejumlah perawatan termasuk obat antibiotik.

AYO BACA : Jalani Operasi Pemisahan, Satu Bayi Kembar Siam Asal Cirebon Meninggal

Sudah pengobatan infeksi parunya, kalau sudah tenang bisa dibawa ke rumah lagi untuk dilakukan home care, ungkapnya.

Terkait pemisahan dempet kepala yang dialami keduanya, Nucki mengatakan pihaknya masih harus melakukan evaluasi. Pasalnya, jenis siam yang dialami keduanya termasuk jenis yang sulit untuk dilakukan pemisahan.

Karena dempet kepalanya termasuk yang sangat sulit untuk dioperasi, bahkan dari diskusi dengan tim mengatakan bahwa kecil kemungkinan untuk bisa dipisahkan dengan baik. Semoga ke depanya ada kemajuan sehingga memungkinkan, jelasnya.

AYO BACA : Operasi Pemisahan Si Kembar Siam Salma-Sofia Penuh Risiko

Pasalnya, dia mengatakan, keduanya memiliki bagian otak yang juga ikut bersatu. Sehingga, akan sangat sulit untuk memisahkannya kecuali bila keduanya mulai beranjak tumbuh sehingga ada batas organ yang jelas di antara mereka.

Kembar siam itu memang ada yang bisa dipisahkan, ada yang enggak. Kalau jantungnya bersatu jelas enggak mungkin (dipisahkan). Kalau mereka ada bagian otak yang bersatu. Kalau masing-masing bertumbuh besar dan ada jelas perbatasannya, mugkin bisa (dioperasi). Sekarang secara teknik medik belum memungkinkan, tuturnya.

Dia mengatakan, kondisi kembar siam tersebut juga menjadikan keduanya lebih rentan tertular virus atau penyakit secara bersamaan karena adanya aliran darah yang sama.

Kalau salah satunya terkena sesuatu, pasti sebelahnya kena karena ada aliran darah yang nyambung. Otomatis dosis obat pun harus diperhitungkan, pungkasnya.

Dirinya mengatakan, Fadly dan Fadlan kemungkinan dapat kembali pulang dalam 5-6 hari bila kondisi sudah memungkinkan.

AYO BACA : RSHS Belum Pastikan Tindakan Medis pada Bayi Kembar Siam Asal Padalarang

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar