Yamaha Mio S

Tips dan Suka Duka Memilih Jastip Terpercaya Ala Para Penggemar Belanja

  Jumat, 23 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi belanja. (pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Aktivitas belanja online melalui jasa titip alias jastip belakangan tengah ramai diminati khalayak. Selain lewat media sosial--terutama Instagram, jastip juga dapat dilakukan via aplikasi khusus. Jastip memungkinkan seseorang untuk mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus melangkah keluar rumah, bahkan bila barang tersebut merupakan barang jarang ditemui di pasaran.

Pasalnya, para penyedia jastip ini juga kerap berperan sebagai 'personal shopper' alias orang yang membantu mencarikan hal yang diinginkan pelanggan dengan besaran komisi yang disepakati. Namun, seiring dengan merebaknya akun penyedia jastip ini di media sosial, masyarakat pun dituntut untuk lebih jeli untuk menghindari penipuan.

Seperti penuturan seorang pegawai swasta asal Kota Bandung, Yurizka Milantari (26). Dirinya yang merupakan pengguna setia jastip mengatakan pernah mendapati seorang temannya mengalami penipuan.

Ada teman yang pernah ketipu ketika mau pakai jastip, karena memang sistemnya kan biasanya kita transfer uangnya dulu, baru barangnya dibelikan oleh shopper, ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Jumat (23/8/2019).

Sistem tersebut menjadi cukup rentan mengingat pengguna jastip harus benar-benar memercayakan uangnya pada orang yang dititipi, karena penyedia jastip atau shopper baru akan berbelanja setelah memegang uang yang diberikan.

Selain itu, permasalahan lain seperti barang yang sudah tidak tersedia selepas uang ditransfer pun menjadi hal yang cukup membuat 'deg-degan' pelanggan. Pasalnya, mereka harus memastikan uang yang telah diberikan kepada shopper untuk dapat kembali ke dompet masing-masing.

Hal ini pernah dialami Hasya Ulya Hanifa (26), seorang wirausaha yang berdomisili di bilangan Arcamanik, Bandung. Dia mengaku pengalaman pertamanya menggunakan jastip harus berujung dengan kegagalan karena barang yang diinginkan sudah tak tersedia di toko yang dituju.

Aku udah bayar full, tapi barang yang dipesan di Jakarta habis. Untungnya uang ditransfer full lagi, jadi emang harus nyari jastip yang benar-benar terpercaya dulu sih, ungkapnya.

Untuk itu, terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum memutuskan untuk berbelanja via jastip, di antaranya adalah :

1. Cek followers dan komentar

Salah satu hal yang dapat dilihat dari sebuah 'lapak' jastip seseorang adalah jejak digitalnya. Jejak digital seperti komentar para calon pelanggan maupun para pelanggan di masing-masing foto unggahan yang dipasang dapat diteliti untuk menunjukan apakah shopper tersebut kredibel atau tidak.

Waspada apabila terdapat komentar buruk atau mencurigakan dari pembeli maupun dari shopper sendiri. Jumlah followers dan likes yang cukup banyak juga kerap kali dapat digunakan sebagai indikasi bahwa shopper tersebut telah berpengalaman dalam menangani banyak transaksi (meskipun tetap perlu diwaspadai adanya followers dan likes palsu).

Buat yang baru coba pakai jastip, jangan main pesan-pesan saja. Harus benar-benar teliti. Atau lihat followersnya, lihat likersnya, lihat juga komentarnya, ungkap wiraswasta sekaligus aktris asal Jakarta, Erica Putri (26).

AYO BACA : 5 Aplikasi Jastip buat Si Hobi Belanja, Bisa Sampai Luar Negeri

Dalam hal tersebut, Yurizka pun satu suara. Paling sih cari yang memang sudah terpercaya, enggak ada komentar-komentar aneh di Instagramnya. Bisa juga followersnya banyak, ungkapnya.

2. Waspada Testimoni Palsu

Selain komentar dan jumlah likes, testimoni para pelanggan yang biasanya kerap dimunculkan di laman akun Instagram para shoppers pun dapat dicek. Tidak menutup kemungkinan ada oknum shoppers yang menggunakan foto tangkapan layar palsu yang diambil dari laman akun shoppers lain untuk menunjukan seolah-olah bisnisnya kredibel. 

Aku sih selalu ngecek ada testi beneran atau enggak. Karena suka keliatan tuh mana testi yang 'nyomot' dengan testi beneran. Kalau beneran, biasanya suka ngasih sejenis watermark besar, dan di kolom ketikan (chat WhatsApp/ Direct Message Instagram), suka dia tulis lagi nama toko dia, jelas Hasya. 

Sisanya menggunakan naluri belanja aja. Karena sering belanja online, jadi sudah ada naluri dia trusted atau abal-abal, paparnya.

3. Rekomendasi Teman

Rekomendasi teman juga bisa menjadi salah satu hal yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan jastip mana yang kredibel. Bertanyalah pada teman-teman Anda yang kerap berbelanja via jastip untuk memberi masukan soal akun mana yang kredibel dan mana yang tidak.

Bisa tanya teman-temannya yang biasa pake jastip. Jastip mana saja yang trusted (terpercaya), ungkap Erica.

4. Manfaatkan Pihak Ketiga

Pihak ketiga yang dimaksud adalah layanan atau aplikasi yang dapat mempertemukan pelanggan dengan para shopper. Tak hanya mempertemukan kebutuhan, namun sekaligus juga meregulasi sistem pembayaran dengan cara-cara tertentu agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan di kedua belah pihak atas transaksi yang terjadi.

Misalnya, dengan 'menahan' uang yang telah ditransfer pelanggan dan akan diberikan kepada rekening shopper setelah barang terkonfirmasi sampai kepada pelanggan.

Kalau memungkinkan bisa juga pakai sistem bayarnya marketplace meskipun kayaknya enggak banyak yang pakai opsi ini karena cukup ribet, ungkap Yurizka.

Namun, Anda juga dapat memanfaatkan kehadiran aplikasi-aplikasi jastip yang sudah mulai banyak tersedia untuk kemudahan berbelanja. Di atas itu semua, apabila Anda menemukan shopper yang mencurigakan, Anda dapat mengeceknya di situs-situs pelaporan rekening mencurigakan seperti www.kredibel.co.id.

Selamat berbelanja!

AYO BACA : Banjir Diskon HUT Ke-74 RI, Warga Bandung Serbu Mall

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar