Yamaha Lexi

‘The Power of Jorojoy’ dalam Pendidikan

  Kamis, 22 Agustus 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi—Suasana MPLS SMPN 3 Jatinunggal.

 “Menurut saya dasar pendidikan adalah kasih sayang. Harus dengan kasih sayang kita mendidik anak-anak itu. Mereka adalah manusia. Kita ajari mereka tentang ilmu pengetahuan supaya pintar. Kita ajari pula mereka tentang akhlak supaya mereka berperilaku benar. Tapi harus dilakukan dengan sentuhan kasih sayang,” itulah ungkapan dari Ibu Een Sukaesih guru teladan dari Sumedang.

Peserta didik adalah manusia yang dikaruniai hati. Hati sangatlah peka. Untuk membuka hati seseorang haruslah dengan hati pula. Pendidikan bukan sekadar bidang kognitif, tapi juga psikomotor dan afektif. Jika pendidikan hanya dijejali dengan kognitif, akan terbentuk pribadi yang pintar, tetapi kurang memiliki akhlak yang baik. Jadi, ketiganya harus seimbang.

Dalam proses KBM sebagai tenaga pendidik, perlu memahami berbagai karakter peserta didik sehingga bisa menentukan cara yang cocok untuk membentuk karakter mereka. Biarkan mereka mengungkapkan isi hatinya. Guru juga bisa dijadikan teman curhat. Siswa akan senang terhadap mata pelajaran jika senang terhadap gurunya. Pada akhirnya, mereka akan semangat dalam belajar dan meraih prestasi.

AYO BACA : Pemprov Jabar Tarik Raperda Pendidikan Keagamaan

Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki siswa dapat diarahkan sehingga menghasilkan pribadi yang unggul, contohnya siswa yang suka menulis dapat dibina untuk menjadi seorang penulis. Sementara itu, kekurangan siswa dapat dianalisis untuk dicarikan metode yang tepat, sehingga kekurangan itu menjadi sesuatu yang baik, contohnya seorang siswa yang suka berkelahi dengan temannya, dapat dibina dan disalurkan energinya untuk mengikuti ekskul bela diri.

Untuk membuka hati siswa dan memotivasi supaya belajar dengan sungguh-sungguh, siswa sebaiknya sering diingatkan tentang bagaimana jerih payah orangtua mencari nafkah untuk menyekolahkan mereka.

Orang tua tentunya ingin melihat anaknya sukses. Mereka akan tersenyum melihat kesuksesan anaknya dan akan menangis sedih jika anaknya tidak berhasil. Cara mengingatkan mereka tentunya harus dengan kelembutan. Bahkan, mereka dapat diberikan sugesti dengan metode open mind, open heart, dan open will. Metode tersebut pernah diterapkan dalam acara pembekalan CPNS Kabupaten Sumedang oleh Sekda Kabupaten Sumedang, Drs. Herman Suryatman, M.Si. Metode itu bisa dipraktikkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Biarkan siswa memejamkan mata lalu tariklah napas.

AYO BACA : Jawa Barat Gandeng Konsultan Pendidikan Kejuruan Inggris untuk Benahi SMK

Setelah itu, bayangkan bagaimana jerih payah orang tua mereka mencari nafkah, lalu susunlah rencana proses bagaimana cara membahagiakan orang tua mereka, bagaimana proses meraih cita-cita, lalu bukalah mata dan simpan cita-cita itu pada satu titik di ruangan kelas dan raihlah cita-cita itu dengan tangan mereka setinggi-tingginya sampai orangtua mereka tersenyum.

Metode tersebut disebut juga metode Sugestopedia yang memanfaatkan otak kanan. Untuk itu, musik bisa dijadikan medianya.

Banyak metode yang dapat dilakukan untuk membukakan hati para siswa. Apapun metode yang dilakukan haruslah dengan penuh kasih sayang. Dengan kekuatan kasih sayang ‘the power of jorojoy’ diharapkan akan terbentuk pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Lina Amalina, S.Pd

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Jatinunggal, Sumedang

AYO BACA : Presiden Jokowi Tandatangani PP Pendidikan Agama

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar