Yamaha Mio S

Sensus Penduduk 2020 Akan Dilakukan Mandiri dan Daring

  Kamis, 22 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala BPS Jawa Barat Doddy Herlando. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Tahun depan, Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali melaksanakan Sensus Penduduk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi jumlah, komposisi, distribusi, dan karakterisitik penduduk secara berkala.

Namun, ada hal yang berbeda pada sensus penduduk tahun ini, termasuk yang akan diselenggarakan di Jawa Barat. Kepala BPS Jawa Barat Doddy Herlando mengatakan, SP 2020 akan dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan Computer Aided Web Interviewing (CAWI). Melalui metode CAWI, setiap orang dapat memperbaharui data pada web yang telah disediakan secara mandiri.

AYO BACA : Era Baru Sensus Penduduk 2020

Dengan begitu, petugas BPS tidak akan bekerja mendata dari nol dengan mendatangi rumah per rumah. Periode pengisian data ini akan berlangsung pada Februari-Maret 2020.

"Kami bekerja sama hingga ke level RT, batas-batasnya (wilayah) akan dipotret dan dimasukkan ke server. Kami juga kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial. Dengan peta ini, BPS kemudian tinggal melakukan konfrimasi dengan Disdukcapil setempat sebagai basis data awal," ungkapnya selepas menghadiri gelaran Jabar Punya Informasi di Gedung Sate Bandung, Kamis (22/8/2019).

AYO BACA : Quo Vadis Sensus Penduduk 2020?

Dirinya mengatakan, pihak BPS akan mulai melakukan sosialisasi ke tingkat RT mengenai pengisian data pribadi warga secara daring.

"Mudah-mudahan semua orang bisa terpanggil untuk mengupdate data. Data-data yang diperlukan pun tidak terlalu susah," ungkap Doddy.

Metode yang akan diterapkan pada SP 2020 adalah Metode Kombinasi. Metode ini merupakan peralihan dari metode sensus tradisional ke metode berbasis registrasi sebagaimana yang ditetapkan UNECE 2018 Guidelines on the use of registers and administrative data for population and housing censuses.

"Inovasi yang dilakukan pada SP 2020 adalah pemanfaatan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai kerangka data dasar. Data registrasi penduduk yang dimiliki oleh Kemendagri akan digunakan sebagai acuan petugas dalam melakukan pencacahan," terangnya.

Selanjutnya, pada Juli 2020, BPS akan dilakukan pendataan oleh petugas bagi penduduk yang belum terdaftar dalam daftar penduduk.

AYO BACA : Menuju Era Baru Sensus Penduduk Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar