Yamaha NMax

Psikolog Ungkap 5 Cara Menjaga Hubungan Anda Tetap Bahagia

  Rabu, 21 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi. (unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Psikolog sosial dan profesor di Loyola University Maryland, Amerika Serikat,  Theresa E. DiDonato mengatakan bahwa penurunan kepuasan terhadap hubungan asmara kerap terjadi pada pasangan yang menikah selama bertahun-tahun. Hal tersebut didasarkan pada sebuah penelitian pada 1999 yang dilakukan terhadap 93 pasangan.

Hasilnya menunjukan mayoritas mereka mengalami penurunan kepuasan dalam pernikahan pada 10 tahun pertama. Meski seolah terlihat tak dapat dihindari, namun sesungguhnya ada cara yang dapat dilakukan agar hubungan tetap hangat dan harmonis meski fase-fase 'bulan madu' pernikahan telah lewat.

Dilansir dari Psychology Today, Rabu (21/8/2019), Theresa merangkum 5 tips yang dapat Anda lakukan agar kedua pihak tetap bahagia :

1. Bertingkah seolah Anda masih berkencan.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa perilaku saling menunjukkan kasih sayang menurun pada saat fase hubungan berada di level pernikahan dibanding pada saat kencan  (Huston et al., 2001). Hal tersebut dinilai sebagai femomena yang cukup wajar mengingat tanggung jawab yang bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Namun, Theresa menyarankan agar Anda mencoba untuk kembali melakukan hal-hal sebagaimana yang dahulu pernah dilakukan pada saat kencan, salah satunya saling menunjukkan kasih sayang.

"Manfaat dan potensi dari mengekspresikan kasih sayang Anda secara teratur pada pasangan membuat hal ini layak dijadikan prioritas dalam hubungan," ungkapnya. 

2. Kaitkan pasangan Anda dengan hal positif
Penelitian terbaru yang dilakukan McNulty dan rekan (2017) meminta peserta melihat foto pasangannya di komputer secara teratur selama beberapa minggu. Mereka yang melihat foto pasangan dan mengasosikannya dengan hal positif,  menghasilkan pandangan yang positif pula pada pasangan.

"Hal ini dapat membantu meningkatkan kepuasan dalam pernikahan setelahnya," ungkap Theresa. 

Anda juga dapat mencobanya sendiri, sikap apa yang spontan muncul pada diri Anda ketika melihat pasangan? Apabila Anda dapat membangun asosiasi positif terhadapnya, maka pernikahan Anda dapat menjadi lebih bahagia dalam jangka panjang.

3. Temukan rasa syukur
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasakan dan mengungkapkan rasa terima kasih pada pasangan cenderung memiliki kepuasan pernikahan yang lebih tinggi, dan demikian pula hanya pasangan mereka (Gordon et al., 2011). Hal ini juga dapat diaplikasikan pada hubungan Anda.

"Tindakan bersyukur yang didasari rasa rendah hati dapat dipraktikkan, dan dapat mencegah penurunan kepuasan pernikahan dalam sehari-harinya," jelasnya. 

4. Ambil orientasi "pendekatan"
Penelitian baru dalam bidang motivasi pemeliharaan hubungan menunjukkan bahwa orang-orang yang berfokus pada pendekatan alih-alih menghindar dapat menjadi lebih sukses dalam pernikahan.Hal ini berlaku dalam berbagai hal, termasuk dalam menangani konflik. Pasangan yang menggunakan tujuan pendekatan senantiasa berfokus pada hal-hal yang dapat dicapai dalam pernikahan, ketimbang sibuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Perliaku ini dapat menciptakan suasana yang lebih konstruktif, memancing keterbukaan, kepastian, dan sekaligus ketidakpuasan dan kekecewaan," ungkapnya. 

5. Kenali tekanan eksternal
Tekanan muncul di luar hubungan Anda juga dapat memengaruhi kualitas pernikahan. Hal-hal seperti pasangan yang stres karena pekerjaan kemudian tak lagi bersemangat untuk menghabiskan waktu dengan Anda mungkin kerap dialami. Tekanan ini juga dapat memantik kurangnya kasih sayang hingga suasana hati yang naik turun.

Guna mengatasinya, Theresa menyarankan Anda untuk belajar mengenali sumber-sumber pemicu stress dari lingkungan luar tersebut sehingga Anda dapat lebih memahami perilaku pasangan, dan karenanya bertindak dengan lebih empati terhadapnya. 

Selain itu, Theresa juga mengungkapkan bahwa masih banyak hal-hal yang dapat dilakukan kedua belah pihak untuk menjaga hubungan tetap harmonis. Seperti tidak mudah menyalahkan pasangan hingga mengatur ekspektasi yang tidak realistis terhadap pasangan Anda dalam pikiran. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar