Yamaha Mio S

Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu Terpantau Masih Tinggi

  Rabu, 21 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Visual kawah ratu Gunung Tangkuban Parahu, 21 Agustus 2019 pukul 06.05 WIB, asap kawah putih tebal dengan tinggi sekitar 180 meter dan tinggi kolom abu sekitar 50 meter dari dasar kawah. (Dok. PVMBG)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Gunung Tangkuban Parahu terpantau masih mengalami erupsi hingga Rabu (21/8/2019). Aktivitas ini terjadi hampir satu bulan setelah gunung setinggi 2.048 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi besar pada akhir Juli lalu.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilaporkan pihak Pos Pengamatan Gunungapi Tangkuban Parahu hingga pukul 06.00 WIB pagi, Rabu (21/8/2019), terjadi kemunculan asap kawah putih tebal dengan tinggi 180 meter dengan kolom abu sekitar 50 meter dari dasar kawah. Hal ini mengindikasikan aktivitas vukanik gunung tersebut masih tergolong tinggi.

AYO BACA : Tas Siaga Bencana, Upaya Kesiapsiagaan Ketika Hadapi Bencana

"Hingga saat ini kondisi aktivitas vulkanik masih tinggi," ungkap Kasubdit Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani ketika dihubungi Ayobandung.com.

Dia mengatakan erupsi yang lebih besar belum terindikasi akan terjadi. Meski demikian, warga diminta tetap mematuhi rekomendasi PVMBG untuk tidak mendekati Kawah Ratu dalam radius 1,5 kilometer. 

AYO BACA : Terpapar Abu Tangkuban Parahu, Kesehatan Pemetik Teh Sukawana Terganggu

"Belum ada indikasi gejala erupsi yg lebih besar, tetapi tetap kita pantau dan evaluasi secara intensif," ungkapnya. 

"Rekomendasinya ditutup hingga radius 1,5 km dari Kawah Ratu, di luar radius itu bisa dikunjungi," tambah Nia.

Status Gunung Tangkuban Parahu hingga saat ini pun masih sama, yakni berada di level II atau Waspada. Erupsi serta tremor terus menerus dengan amplitudo 4-45mm masih dilaporkan terjadi. 

Nia mengatakan, durasi erupsi yang terjadi di gunung ini dipengaruhi oleh besaran energi yang terdapat di kantung magma gunung api. "Khususnya energi gempa. Kalau energinya sudah berkurang, erupsi akan menurun atau berhenti," ungkapnya. 

AYO BACA : Tangkuban Parahu Waspada, Obyek Wisata Milik Perhutani Aman Dikunjungi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar