Yamaha NMax

Ratusan Ribu Pohon Bakau di Karawang Tercemar Minyak Mentah

  Rabu, 21 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Warga membawa karung berisi ceceran minyak mentah yang berhasil dikumpulkan di Pantai Tanjungsari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

KARAWANG, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan ribu tanaman mangrove atau bakau yang tersebar di sejumlah titik di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang tercemar minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

"Sampai saat ini sudah ada 232.000 pohon yang terdampak limbah minyak mentah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, Selasa (20/8/2019).

AYO BACA : Sejumlah Muara Sungai di Karawang Masih Tercemar Minyak Mentah

Ia mengatakan, dalam menghitung dampak limbah minyak mentah terhadap tanaman bakau, satuannya bukan hektare, melainkan dihitung jumlah pohon yang terdampak.

Sementara itu, Ketua Karawang Explore, Hadid Suherman sebelumnya menyampaikan tumpahan minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina juga mengancam terumbu karang, jika musim angin laut berubah arah.

AYO BACA : Nelayan Karawang Laporkan Dugaan Korupsi di Pelelangan Ciparagejaya

"Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi," kata dia.

Menurut dia, kerusakan pada terumbu karang bisa merugikan wilayah Karawang. Selain sebagai objek wisata dan sejarah adanya bangkai kapal peninggalan VOC, terumbu karang di Karawang juga memiliki potensi penghasil oksigen yang tinggi bagi kehidupan.

"Jadi Pertamina harus menyelesaikan secepatnya tumpahan minyak mentah ini. Karena akan mengancam terumbu karang, ketika angin laut berubah arah," katanya.

AYO BACA : Pemkab Karawang Hentikan Aktivitas Tambang Batu Kapur Tak Berizin

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar