Yamaha

Harga Kopi Melambung Tinggi, Petani Harus Waspada

  Selasa, 20 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Petani memetik biji kopi. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Dalam beberapa tahun terakhir, kopi asal Kabupaten Bandung terus melejit. Bukan hanya di pasar nasional, namun sampai di pasar internasional.

Titel juara dalam ajang internasional, menjadikan harga kopi asal Kabupaten Bandung menjadi tinggi di pasar luar negeri.

Harganya mencapai 12-15 USD/kg, ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran, Selasa (20/8/2019).

Dengan harga yang relatif tinggi, Tisna mengaku pihaknya merasa bahagia, karena petani akan diuntungkan.

AYO BACA : Pemkab Bandung Latih Petani Kopi Ciptakan Cita Rasa Khas Jabar

Namun dibalik itu semua, Tisna mengingatkan kepada petani untuk mewaspadai tantantan di kemudian hari.

Yang harus diwaspadai sekarang itu adalah perang kopi, ujarnya.

Saat ini kata Tisna kopi asal vietnam sudah masuk dalam pasar nasional. Harganya relatif lebih murah dibanding dengan kopi kabupaten Bandung.

Bukan tidak mungkin, nanti kopi asal vietnam akan masuk ke Jawa Barat, bahkan Kabupaten Bandung, ujarnya.

AYO BACA : Entaskan Utang Petani Kopi Melalui Koperasi

Jika hal tersebut terjadi, maka kekhawatiran utama adalah kurang diminatinya kopi lokal, karena kalah saing dengan kopi luar negeri.

Pun di pasar luar negeri. Menurut Tisna, harga kopi asal Kabupaten Bandung yang mencapai 15 USD/kg kurang masuk ke beberapa negara.

Ada beberapa negara yang kebiasaan konsumsinya kopi campuran, seperti untuk latte atau yang lainnya. Di negara-negara tersebut tidak membutuhkan kopi kualitas bagus, paparnya.

Karena tidak membutuhkan kopi terbaik, maka negara tersebut lebih memilih kopi murah seperti dari Nepal yang harganya berkisar 5 USD/kg. Harga yang tinggi akan membuat kopi asal kabupaten Bandung sulit mendapatkan pasar.

Takutnya petani menjadi kecewa dan akhirnya kopi ditebang, kemudian kembali beralih komoditi holtikulura, imbuhnya.

Padahal, awal mula pertanian Kopi Kabupaten Bandung bertujuan untuk mengalihkan komoditi holtikultura yang dinilai tidak ramah terhadap banjir dan longsor.

AYO BACA : Komitmen bank bjb Berdayakan Petani Kopi Jabar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar