Yamaha Aerox

Bangun RSUD Cibabat, Pemkot Cimahi Ajukan Pinjaman Rp600 Miliar

  Selasa, 20 Agustus 2019   Tri Junari
RSUD Cibabat. (istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kota Cimahi berencana melakukan pengembangan RSUD Cibabat dengan mengajukan pinjaman biaya kepada pihak ketiga.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, pemkot masih menghitung berapa kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan RSUD Cibabat.

Menurutnya, pengembangkan RSUD Cibabat sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 

AYO BACA : RSUD Cibabat Sempoyongan, IDI Jamin Dokter Profesional

"Ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat karena di RSUD (Cibabat) ini selalu overload. Nah saya bercita-cita mau membuat rumah sakit yang kami peruntukan khusus orang Cimahi," kata Ajay saat ditemui di Pusdik Armed Kota Cimahi, Selasa (20/8/2019).

Ia berharap rencana pinjaman daerah sebesar kurang lebih Rp 600 miliar masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Cimahi tahun 2020. 

Hanya saja yang jadi permasalahan, rencana peminjaman itu tidak masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi 2018-2022. Jika memaksakan masuk dalam anggaran tahun 2020, maka Pemkot Cimahi harus merubah RPJMD dan Perda RPJMD. 

AYO BACA : BPJS Kesehatan Nunggak, RSUD Cibabat Sempoyongan

"(Keinginan peminjaman masuk KUA-PPAS 2020), mudah-mudahan yang terhormatnya (DPRD) sepemaham dengan kami, karena segala sesuatu kami buat untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Ajay seperti ngotot untuk merealisasikan pinjaman daerah yang rencananya untuk pengembangan RSUD Cibabat. Ia mengatakan akan merevisi RPJMD yang sudah disepakati sebelumnya. 

"Merevisi boleh. Iya (akan diubah) sambil jalan bisa. Kami sudah diskusikan tapi yang pasti segala aturan yang ada ditempuh," ujarnya. 

Ajat tak menampik rencana itu baru muncul tahun ini setelah sebelumnya terjadi pembahasan skema pembayarannya. Berdasarkan hasil pembahasan sementara, pinjaman daerah sekitar Rp 600 miliar kurang itu akan dibayarkan oleh APBD dan kas RSUD Cibabat. 

"Jadi kita lagi mendiskusikan. Saya maunya dibebankan (bunga) ke rumah sakit, pokoknya sama APBD. Kami merencanakan untuk itu yang dibayar tenggat waktu yang cukup lama. (20) tahun saya maunya seperti itu," bebernya.

AYO BACA : Anggaran Minim, Pasien RS Cibabat Sering Ditempatkan Di Lorong

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar