Yamaha NMax

46 Jemaah Haji Jabar Meninggal, Terbanyak dari Kabupaten Bogor

  Selasa, 20 Agustus 2019   Faqih Rohman Syafei
Ilustrasi - Umat muslim berdoa saat melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019). (ANTARA FOTO/Hanni Sofia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 46 jemaah haji asal Jawa Barat meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Bogor, yakni tujuh orang. 

Wakil Sekretaris II PPIH Debarkasi Jakarta-Bekasi Jajang Apipudin mengatakan, jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal dunia di Tanah Suci rata-rata disebabkan oleh sakit. 

Rinciannya, jemaah asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebanyak dua orang, jemaah asal Kabupaten Bandung tiga orang, jemaah asal Kabupaten Bekasi tiga orang, jemaah asal Kabupaten Bogor tujuh orang, jemaah asal Kabupaten Cirebon lima orang, jemaah asal Garut satu orang, jemaah asal Indramayu dua orang, jemaah asal Kuningan tiga orang, jemaah asal Majalengka dua orang, jemaah asal Pangandaran dua orang.

AYO BACA : Angkasa Pura II Sambut Kepulangan 233 Penerbangan Haji

Selain itu, jemaah asal Subang dua orang, jemaah asal Kabupaten Sukabumi dua orang, jemaah asal Kabupaten Sumedang dua orang, jemaah asal Tasik satu orang, jemaah asal Kota Bandung satu orang, jemaah asal Kota Bekasi satu orang, jemaah asal Kota Bogor dua orang, jemaah asal Kota Cirebon satu orang, dan jemaah asal Kota Depok tiga orang. 

"Meninggal karena sakit, tidak ada yang kecelakaan. Usianya rata-rata di atas 50 tahun, jumlah keseluruhan yang meninggal ada 46 orang," ujarnya saat dihubungi ayobandung.com, Selasa (20/8/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang ada, jemaah haji yang meninggal dunia harus dimakamkan di Tanah Suci. Namun jika ada permintaan dari pihak keluarga untuk dipulangkan, maka diperbolehkan.

AYO BACA : Jemaah Indonesia Bisa Nikmati Tenda Bertingkat Mina di 2020

"Kecuali keluarganya ingin bisa dipulangkan bisa, asal biaya pemulangannya di tanggung oleh keluarga," katanya.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, sambung Jajang, telah menginformasikan kepada keluarga yang berada di Indonesia bahwa anggota keluarganya meninggal di Tanah Suci. "Sudah diberitahukan kepada pihak keluarga, sudah kami surati mengucapkan bela sungkawa," ucapnya. 

Jajang mengatakan pihak keluarga jemaah haji yang meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar Rp18,5 juta per jemaah. Sedangkan jika meninggal karena kecelakaan atau terkena musibah jumlanya dua kali lipat dari ketentuan.

"Untuk santunan ada, karena ada asuransi Rp18,5 juta per orang. Kami juga imbau kepada keluarga untuk cepat mengurus klaim asuransi, yang penting data sudah di sistem dan langsung akan di transfer ke ahli warisnya," ungkap Jajang. 

AYO BACA : Plh Sekda Jabar Sambut Kepulangan Kloter I Jemaah Haji

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar