Yamaha NMax

JK Minta UAS Klarifikasi Ceramah Tentang Salib

  Selasa, 20 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (tengah) berjalan keluar ruangan usai menghadiri peringatan Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Ustaz Abdul Somad (UAS) mengklarifikasi ceramah yang menyinggung simbol keagamaan salib Gereja Katolik. Hal itu menurutnya diperlukan supaya tidak terjadi kesenjangan sosial antarmasyarakat.

"Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan. Ya dilalui (menggunakan) proses yang ada di negeri ini," kata JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (20/8/2019).

AYO BACA : UAS Resmi Dilaporkan ke Polda NTT

JK juga mengimbau kepada seluruh penceramah agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Buddha, untuk menyampaikan konten khutbah yang menimbulkan ketenteraman dan menjaga perdamaian di kalangan masyarakat.

"Kita semua, apakah itu Islam, Kristen, Buddha, dalam berdakwah atau dalam memberikan khutbahnya haruslah lebih adem dan lebih menghormati satu sama lain," tegasnya.

AYO BACA : Terkait Polemik UAS, MUI Minta Kedepankan Musyawarah

Seperti diberitakan sebelumnya, UAS dalam sebuah potongan video ceramahnya, menyinggung simbol agama Katolik. Somad mengatakan bahwa dalam hukum Islam salib adalah tempat bersarangnya jin kafir.

Ustaz lulusan Universitas Al-Azhar Mesir itu mengatakan bahwa dia hanya menanggapi pertanyaan jemaahnya. Selain itu, UAS mengatakan kajian dalam video tersebut disampaikan secara tertutup di dalam masjid dan terjadi sudah lama.

"Pengajian itu lebih 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, satu jam pengajian dilanjutkan diteruskan dengan tanya jawab," tutur Somad dalam video yang diunggah akun YouTube FSRMM TV pada Minggu (18/8/2019).

AYO BACA : Abdul Somad 'Trending' Dibela Warga Twitter

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar