Yamaha NMax

Penelitian Kurang, Budi Daya Kina Tidak Maksimal

  Selasa, 20 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi penelitian. (ist)

PASIRJAMBU, AYOBANDUNG.COM --  Pengolahan tanaman kina di Kabupaten Bandung belum tergarap dengan baik. Selain luas lahan yang terus berkurang, jumlah peneliti kina pun bisa dihitung dengan jari.

Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina Gamboeng, Dadan Rohdiana, mengakui walaupun lembaga yang dipimpinnya merupakan lembaga riset, namun khusus untuk kina masih belum digarap dengan baik.

"Penelitian kina memang belum optimal. Dulu pernah ada penelitian, kami sempat punya klinik khusus kina," tutur Dadan, Selasa (21/8/2019).

Jumlah peneliti kina di PPTK Gamboeng sangat kurang sehingga struktur organisasi peneiti kina digabungkan dengan peneliti teh.

"Contohnya ogronomi, (strukturnya) disatukan semuanya, teh dan kina. Dulu mah sendiri-sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan penelitian khusus kina belum tersentuh dengan baik.

Dadan menjelaskan lebih lanjut penelitian kina di PPTK Gamboeng dilakukan pada 2016 bekerja sama dengan IPB.

"Karena kami tidak mempunyai peneliti khusus kina. Jadi harus menggandeng pihak lain," ucapnya.

Walau demikian, Dadan mengatakan pihaknya terus berupaya supaya kina bisa berkembang. Pihaknya saat ini akan menggandeng LIPI untuk sama-sama melakukan penelitian terhadap tanaman yang bisa mengatasi penyakit malaria tersebut.  Terlebih kina mempunyai pasar yang potensial, karena industri farmasi membutuhkan bahan baku.
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar