Yamaha NMax

Usai Dicekok Miras, Warga Saguling Digilir 5 Pemuda

  Senin, 19 Agustus 2019   Tri Junari
Ilustrasi pemerkosaan. (istimewa)

SAGULING, AYOBANDUNG.COM--Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberikan pendampingan pada anak korban rudapaksa.

Anak di bawah umur sebut saja Bunga (15), warga Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat diduga telah menjadi korban rudapaksa yang dilakukan lima pemuda satu kampungnya. 

Kelima pelaku menggilir korban setelah sebelumnya mencekok korban dengan minuman keras (miras) hingga tak sadarkan diri bahkan menyekap korban selama dua hari lamanya.

Kejadian memilukan ini diketahui terjadi pada tiga bulan lalu dan keluarga korban baru melaporkan kasus ini pekan lalu.

AYO BACA : Pemerintah Kawal Kasus WNI Diperkosa Pejabat Malaysia

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada DP2KBP3A, KBB, Euis Siti Jamilah mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika bunga diajak oleh teman prianya ke sebuah tempat dan disambut empat pelaku lainnya. 

Atas dasar itu, pihaknya dibawah arahan Ketua P2TP2A bersama tim dari KPAI KBB dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mendatangi rumah korban dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Ada kasus tindak pelecehan seksual terhadap terhadap korban yang masih di bawah umur. Kejadiannya terjadi tiga bulan lalu, tapi belum lama ini baru dilaporkan ke kepolisian, ucapnya, Senin (19/8/2019).

Pihaknya telah mendengar langsung kronologis kejadian yang disampaikan korban dan keluarga besarnya. Meskipun sempat mendapat tekanan batin dan psikis, tapi secara mental korban terlihat sangat kuat. 

AYO BACA : Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak Banyak Dilakukan oleh Orang Sedarah

Euis berjanji akan terus ikut mengawal dan mendampingi kasus ini karena jangan sampai pelakunya tetap bebas berkeliaran dan meresahkan warga lainnya.

Harus ditindak secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku, agar ada efek jera kepada pelakunya. Apalagi korban berasal dari keluarga yang kurang mampu dan putus sekolah di kelas 2 SMP. Oleh karena itu, kami berjanji akan mendiskusikan masalah ini dengan dinas terkait supaya korban bisa mengikuti pendidikan paket B agar minimal bisa menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun, ucapnya. 

Ketua KPAI KBB, Dian Dermawan mengatakan, mengutuk keras perilaku bejad yang dilakukan para pelaku, terlebih beberapa pelaku dikenal dekat dengan korban. Yang menjadi perhatian dari KPAI adalah mendampingi korban yang masih polos yang jika tidak segera ditangani khawatir psikisnya terganggu. 

KPAI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar para pelaku bisa segera diproses. Sejauh ini, empat dari lima pelaku sudah dimintai keterangan pihak kepolisian. 

Setelah KPAI dan DP2KBP3A berkunjung ke kediaman korban, kami lalu bergerak ke kantor polisi untuk mencari informasi pelaku. Ternyata beberapa orang pelaku sudah diminta keterangan di polsek, tuturnya.

AYO BACA : Ingin Perkosa Pekerja Kantor, Pria Ini Dikeroyok Warga

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar