Yamaha Mio S

Jalur Gaza Palestina Ikut Rayakan HUT ke-74 Republik Indonesia

  Senin, 19 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Warga Jalur Gaza, Palestina, memperingati HUT ke-74 RI, Minggu (18/8/2019). (Dok. Pendiri Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC), Abdillah Onim)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan rakyat Palestina di Jalur Gaza ikut merayakan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) meski wilayah itu masih diblokade Israel.

"Alhamdulillah sekurangnya 900 warga Palestina di Gaza ikut melaksanakan upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu," kata sukarelawan Indonesia yang menetap di Jalur Gaza, Palestina, Abdillah Onim, dalam keterangan resminya, Senin (19/8/2019).

AYO BACA : Israel Lancarkan Serangan Udara ke Jalur Gaza

Perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Gaza itu, katanya, dipusatkan di Taman Bisan Bait Lahiyah, Gaza Utara Ia juga mengemukakan bahwa selain rakyat Gaza, kegiatan itu juga dihadiri pejabat Palestina di Gaza seperti Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wakil Menteri Kebudayaan, dan sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia yang sedang melaksanakan pembangunan tahap II Rumah Sakit Indonesia (RSI).

"Hadir juga ulama Palestina dan ratusan santri hafidz Quran," katanya. Dalam rangkaian perayaan itu, warga Gaza mengibarkan bendera Indonesia Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

AYO BACA : Berkurban untuk Palestina, Icik Donasikan Tabungan Hasil Jual Permen

Wakil Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza Dr Anwar Barawi menyampaikan selamat kepada bangsa Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang selalu berada di garda terdepan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Rangkaian acara HUT RI ke-74 itu ditutup dengan menggelar sejumlah perlombaan seperti balap karung, panjat pinang, dan tarik tambang.

Selain itu, ada juga kesenian dan kebudayaan baik dari Indonesia maupun Palestina, yakni tarian Beksan Wanara, tarian Jawa, dan tarian tradisional Palestina yaitu Dabka.

Abdillah Onim, yang akrab disapa Bang Onim adalah  sukarelawan MER-C Indonesia yang kemudian menikah dengan muslimah Palestina. Ia kini memimpin Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC), lembaga sosial kemanusiaan berbadan hukum yang  berkantor di Jakarta, untuk membantu  rumah sakit yang tidak mampu memberikan pelayanan makanan kepada pasien akibat krisis pangan, obat-obatan dan bahan bakar minyak (BBM) di Gaza.

AYO BACA : Hancurkan Perumahan Palestina di Sur Bahir, Indonesia Kecam Israel

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar