Yamaha Lexi

Polres Bandung Tangkap Tiga Pengedar Narkoba dalam Tiga Bulan

  Senin, 19 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Satnarkoba Polres Bandung berhasil mengamankan tiga tersangka pengedar narkoba, Senin (19/8/2019). (Mildan Abdalloh/ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam tiga bulan terakhir, Satnarkoba Polres Bandung berhasil mengamankan tiga tersangka pengedar narkoba dan memburu dua tersangka lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan dua dari tiga orang yang ditangkap merupakan pengedar ganja. Sementara satu orang lainnya terjerat kasus pengedaran obat-obatan terlarang.

AYO BACA : Polisi Gagalkan Ekspedisi Ribuan Pil Hexymer di Tasikmalaya

"Dua orang yang kami tangkap merupakan residivis kasus ganja," tutur Indra, Mapolres Bandung, Senin (19/8/2019).

Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial R alias Baron dan US. R ditangkap pada 30 juni sementara US ditangkap pada 13 agustus.

AYO BACA : Satu Artis Kembali Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Tersangka R, kata Indra, mengambil barang berupa ganja dari Jakarta atas perintah dari T alias Galing yang saat ini sedang diburu oleh Satnarkoba Polres Bandung. "Dari tangan R barang bukti yang diamankan 3 paket besar ganja dan 9 paket ganja sedang," ujarnya.

Sementara US diamankan di Dayeuhkolot karena kedapatan membawa 1 paket besar ganja, 21 paket kecil, dan satu bungkus plastik ganja. US merupakan pengedar ganja di wilayah Kabupaten Bandung. Dia diperintah oleh P yang saat ini masuk dalam DPO Polres Bandung.

US dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp1,5 juta-Rp2 juta jika pekerjaannya menjual ganja selesai. "Pasal yang dikenakan terhadap R dan US adalah pasal 114 ayat 2 (dua) subidar pasal 111 ayat 2 (dua) Undang-undang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara," jelas Indra.

Selain itu Satnarkoba Polres Bandung juga mengamankan MR yang kedapatan menjual obat-obatan jenis dextro tanpa izin. Dari tangab MR polisi mengamankan barang bukti berupa 7.000 butir dextro yang dikemas dalam bungkus kecil paket 10 butir.

"Pasal yang dikenakan adalah pasal 196 juncto pasal 98 ayat 2 (dua) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar," ungkap dia.

AYO BACA : Dikejar Polisi, Bandar Narkoba Loncat dari Lantai 10

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar