Yamaha NMax

Mitra Gojek Tasikmalaya: Demonya Salah Kaprah

  Minggu, 18 Agustus 2019   Dadi Haryadi
Logo Gojek. (istimewa)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Mitra pengemudi Gojek Tasikmalaya Nanang Kuswara menyayangkan adanya aksi demo yang dilakukan beberapa pengemudi di Kantor Gojek Tasikmalaya. Menurutnya tuntutan yang dilayangkan kepada Gojek adalah salah kaprah.

“Tuntutan yang melakukan aksi itu seperti meminta adanya tandatangan kontrak kerja dengan upah sesuai UMR itu jelas sudah sangat salah kaprah. Mereka tidak membaca perjanjian kemitraan yang telah ada,” katanya, Minggu (18/8/2019).

Nanang yang sudah menjadi mitra Gojek sejak 2017 mengaku tak pernah mengalami kendala apapun. Sehinnga ia merasa tidak perlu melakukan demo.

Nanang menyebutkan harusnya para pendemo berpikir ulang untuk melakukan aksi unjuk rasa tersebut. Sebab, aksi tersebut dapat menyebabkan kerugian ratusan bahkan ribuan mitra Gojek lain yang berada di wilayah Priangan Timur

AYO BACA : Gojek Rayakan HUT RI Lewat Festival Merah Putih Mitra

“Bukan tidak mungkin Gojek meninggalkan Tasikmalaya seperti yang terjadi di Garut, kantornya sudah tutup yang berakibat mitra di sana kebingungan mengurus akun drivernya jika ada masalah serta apabila ada mitra umkm yang hendak mendaftarkan usahanya. Sehingga mitra driver di Garut akhirnya harus mengurus jauh ke Tasikmalaya atau Bandung,” jelasnya

Nanang juga mengajak mitra Gojek lain untuk kembali memikirkan keberlangsungan UMKM di Tasikmalaya yang telah bermitra dengan Gojek. UMKM Tasikmalaya menurut Nanang mulai terangkat usahanya sejak bergabung dengan Gojek melalui bantuan layanan GoFood. Hal tersebut juga berlaku untuk mitra Gojek yang lain. 

“Berapa ribu mitra driver yang menggantungkan penghasilan bekerja sama dengan Gojek,” ucapnya.

Nanang menyampaikan bahwa Gojek bukanlah perusahaan tempat bekerja melainkan penyedia layanan aplikasi yang membantu mendapatkan penghasilan.

AYO BACA : KKI: Gojek Jadi Transportasi yang Paling Nyaman

“Itu sudah sangat jelas dan Gojek juga tidak memaksa mereka untuk masuk menjadi mitranya, jika memang merasa sudah dirugikan, tinggal ditinggalkan saja,” tandasnya. 

Permintaan pengemudi untuk open suspend juga dinilai nanang tidak jelas maksudnya. Dia menyebutkan jika ingin kembali mengaktifkan akun bisa menempuh prosedur ada.

Gojek juga selama ini di mata Nanang selalu terbuka menerima aspirasi dari mitranya. Sehingga menurut Nanang tidak perlu melakukan aksi-aksi yang malah menimbulkan kegaduhan serta berdampak merugikan mitra driver lain.

“Pada kasus rekan-rekan saya ada yang terkena suspend bahkan hingga notifikasi putus mitra sekalipun ada yang akun drivernya aktif kembali dengan menempuh prosedur yang tepat tidak dengan aksi-aksi seperti itu. Dan saya pikir sanksi suspend juga diberikan tidak sembarangan, ada kesalahan yang pasti dilakukan oleh driver tersebut. Semua itu sebenarnya juga sudah jelas ada dalam perjanjian kemitraan yang seharusnya ini dipahami terlebih dahulu oleh mereka yang memang hendak melakukan aksinya,” ujarnya.

“Saya khwatirnya malah terjadi bentrok dengan ribuan mitra driver lain dan UMKM yang selama ini merasa telah terbantu dengan adanya layanan aplikasi gojek di Tasikmalaya dan sekitarnya,” lanjutnya.

Nanang berharap  pemerintah ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tasikmalaya dapat bijak melihat persoalan ini. Sebab, kata Nanang, banyak rakyat Tasikmalaya yang menggantungkan penghasilannya dari Gojek. Selain itu, Nanang juga mengingatkan bahwa UMKM di Tasikmalaya juga terangkat berkat hadinya Gojek. 

“Persoalan ini sudah sampai ke tingkat DPRD Kota Tasikmalaya, saya hanya berharap pemerintah ataupun DPRD bijak melihat persoalan ini. Jangan mengambil keputusan atau tindakan yang gegabah. Akun driver saya aktif sejak September 2017 dan sampai saat ini tidak pernah mengalami kendala apapun. Boleh dicek,” tutupnya.

AYO BACA : Komunitas Driver: GOJEK beri banyak manfaat untuk Tasikmalaya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar