Yamaha Lexi

63 Orang Tewas Dalam Pesta Perkawinan di Afganistan

  Minggu, 18 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Pixabay)

AFGHANISTAN, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 63 orang menjadi korban tewas karena bom bunuh diri saat sebuah pesta perkawinan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, berlangsung, Sabtu (17/8/2019) malam. Selain korban tewas, bom itu juga setidaknya melukai 182 orang yang menghadiri pesta.

Melansir Antara, Minggu (18/8/2019), Taliban membantah bertanggung jawab atas ledakan saat pesta perkawinan di Kabul Barat atau tepatnya di permukiman Syiah, yang dipenuhi orang yang merayakan perkawinan.

AYO BACA : Rayakan HUT RI, Bekasi Gelar Parade Sepeda

"Perempuan dan anak-akan termasuk di antara korban jiwa," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi.

Serangan itu terjadi saat Taliban dan Amerika Serikat berusaha merundingkan kesepakatan mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai imbalan bagi komitmen Taliban mengenai pembicaraan perdamaian dan keamanan dengan pemerintah dukungan AS.

AYO BACA : Ingin Terbebas dari Sampah, Remaja di Tasik Buat Bank Sampah

Pemboman tersebut dilakukan setelah serangan bom terhadap satu masjid di Pakistan pada Jumat (16/8/2019), sehingga menewaskan saudara pemimpin Taliban Habitaullah Akhundzada. Tak satu pihak pun mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, yang menewaskan empat orang dan melukai sebanyak 20 orang.

Gambar yang diunggah di media sosial memperlihatkan mayat bergeletakkan di tengah kursi dan meja yang jungkir-balik di ruang pesta perkawinan. "Pembom meledakkan dirinya di daerah resepsi pria," kata beberapa pejabat.

Di samping kejadian ini, sedikitnya 40 orang pernah dilaporkan tewas dalam satu ledakan di ruang pesta perkawinan di Kabul pada November lalu.

AYO BACA : Pakar: Mitigasi Bencana Kurangi Potensi Jatuhnya Korban

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar