Yamaha Mio S

Kibarkan Bendera Diduga PKI, Polisi: Pengibar Gangguan Jiwa

  Minggu, 18 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Anggota Reskrimum Polda Kalbar menurunkan bendera diduga PKI di halaman rumah TFS (76), Sabtu (17/8/2019). (Info Pontianak/Youtube)

KUBU RAYA, AYOBANDUNG.COM -- TFS alias Sihidin (76), salah seorang warga di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), disinyalir mengalami gangguan jiwa karena ulahnya mengibarkan bendera diduga PKI. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go setelah anggotanya mengamankan yang bersangkutan.

"Dari hasil keterangan dua saksi yang merupakan anak TFS, ayahnya tersebut mengalami gangguan kejiwaan," katanya di Pontianak seperti dilaporkan Antara, Minggu (18/8/2019).

AYO BACA : Hoaks Adalah Wujud Kepandiran

Ia menjelaskan, dalam hal ini pihaknya belum bisa menjelaskan lebih banyak, karena dugaan bendera PKI masih belum pasti dan bisa saja maknanya lain, apalagi TFS menurut keterangan anaknya kurang waras sejak lima tahun terakhir.

Sebelumnya, Sabtu (17/8) sekitar pukul 08.30 WIB, Anggota Reskrimum Polda Kalbar mengamankan seorang warga berinisial TFS alias Sihidin (76) warga Jalan Adi Sucipto, Gang Flamboyan 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,

AYO BACA : Melihat Keberagaman Agama di Negara Komunis China

Yang bersangkutan diamankan Anggota Reskrimum Polda Kalbar, karena memasang bendera warna kuning bertulisan "PKI" sebanyak enam lembar ukuran 1x1,5 meter dan sudah di pasang sekitar Gang Flamboyan 2 tersebut.

Petugas Reskrimum Polda Kalbar juga mengamankan 11 lembar kain warna kuning bertulisan "PKI" cat merah, satu helai bendera tersebut sempat dipasang di depan rumah TFS.

Kemudian, juga diamankan tiga keping seng biru tulisan "PKI", satu batang patok kayu belian tulisan "PKI", satu kaleng cat merk Avian warna merah, dua potongan asbes yang sudah dicetak tulisan "PKI", dan satu bilah pisau ukuran 12 inci.

Dari hasil interogasi terhadap dua saksi yang merupakan anak kandung TFS menyatakan kalau orang tuanya sejak lima tahun terakhir menderita gangguan jiwa, namun kadang-kadang sadar atau sehat, namun kalau sudah penyakitnya kambuh lagi yang bersangkutan berulah kembali.

Saat ini, TFS sedang diamankan di Mapolda Kalbar, sambil menunggu proses selanjutnya, untuk didalami terkait aktivitasnya dalam memasang sebuah kain atau mirip bendera yang bertuliskan "PKI", kata Kabid Humas Polda Kalbar.

AYO BACA : Soroti Kesetaraan Hidup Lewat Pameran Egalite Photo's Speak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar