Yamaha Mio S

Kampus Ini Ubah Jalan Jadi Tempat Nongkrong Mahasiswa

  Minggu, 18 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Kampus Telkom University di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mengubah jalan di areal kampus menjadi tempat nongrong mahasiswa. (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM --  Kampus Telkom University di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mengubah jalan di areal kampus menjadi tempat nongrong mahasiswa.

Di jalan tersebut, dipasang bangku-bangku yang bisa digunakan oleh mahasiswanya bersantai. Bahkan setiap bangku disertai tenda untuk melindungi dari hujan dan paparan sinar matahari.

Tidak hanya itu, setiap bangku juga dipasang soket penyambung daya gawai, baik laptop maupun telepon genggam.

"Memang kami sengaja memperbanyak pedestarian yang bisa dimanfaatkan civitas akademika. Salah satunya adalah jalan ini diubah menjadi tempat berkumpul mahasiswa," tutur Rektor Telkom University Adijaya, Minggu (18/8/2019).

AYO BACA : Kota Bekasi Resmikan Rumah Sakit Daerah Keempat

Bangku-bangku tersebut, kata Adiwijaya, bisa digunakan oleh mahasiswanya mengerjakan tugas kuliah atau berdiskusi, sehingga dibuat senyaman mungkin dan dilengkapi soket untuk mengisi daya gawai.

"Kebetulan di sini jalan ada dua arah, jadi satu arahnya kami manfaatkan supaya bisa digunakan tempat kegiatan mahasiswa," katanya.

Selain memberi ruang bagi mahasiswanya untuk bersantai, Adiwijaya mengatakan, mengubah jalan menjadi tempat bersantai juga merupakan bagian dari strategi mengenalkan lingkungan kampus kepada masyarakat umum.

Dengan mengubah satu lajur jalan menjadi tempat bersantai, maka secara otomatis hanya ada satu jalur yang digunakan.

AYO BACA : Karnaval 17-an, Hiburan yang Mempersatukan

"Jadi hanya ada jalan satu arah yang bisa digunakan," ucapnya.

Kondisi tersebut membuat orang yang datang ke kampus bisa berkeliling dan melihat seluruh tempat dalam satu kali berkunjung.

Menurut Adiwijaya, strategi jalan satu arah biasa digunakan oleh pusat perbelanjaan seperti mal yang tujuannya supaya seluruh tempat dapat dilalui pengunjung.

"Kami mempunyai pusat bisnis. Kalau jalan dibuka dua arah, maka akan ada beberapa kawasan yang tidak tersentuh, dengan cara seperti ini maka seluruh kawasan menjadi hidup," imbuhnya.

Walaupun demikian, sewaktu-waktu dalam keadaan tertentu jalan yang telah ditutup, bisa dibuka kembali, mengingat bangku tidak dipasang permanen.

"Jadi bangkunya bisa dibongkar, tinggal membuka baut. Tudung juga didisain tinggi dan bisa dilewati kendaraan tinggi tanpa harus dibongkar," tutupnya.

AYO BACA : General Insurance Motor Club Gelar Mubes

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar