Yamaha NMax

Mengenalkan Indonesia Lewat Fesyen ala Se-Indonesia

  Sabtu, 17 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Pemilik bisnis clothing line se-Indonesia Nicholas Sean dan Olwen Wilson

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM--Nicholas Sean Purnama, anak dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memilih jalur karier yang berbeda dengan sang ayah. Bila ayahnya sempat bergelut dengan dunia politik, Sean lebih merasa mantap dengan pilihannya merintis jalur bisnis. Siapa sangka, Sean dan rekan bisnisnya, Olwen Salim, saat ini telah berhasil memasarkan produk pakaian (clothing line) bertemakan Indonesia ke mancanegara.

Keduanya berduet membesarkan merk Se-Indonesia, yang menjual berbagai pakaian seperti t-shirt, jaket hoodie dan aksesori lain berdesainkan pernak-pernik Indonesia di setiap item-nya. Sean mengatakan, bisnis yang baru diresmikan pada April 2019 lalu ini didirikan karena pihaknya merasa perlu memunculkan merk dalam negeri yang bisa bersaing di luar negeri, namun tak lepas dari kekhasan Nusantara.

"Sekarang kan banyak bisnis lokal yang nama brand-nya pakai Bahasa Inggris, jadi nama brand kita sengaja mengusung tema lokal," ungkapnya ketika ditemui di mal Paris Van Java, Sabtu (17/8/2019).

Selain konsisten dengan nama lokal, dia megatakan Se-Indonesia juga senantiasa mengeluarkan seri produk yang menonjolkan kekhasan Indonesia dengan nuansa 'kekinian'. Seperti misalnya kaus hitam minim ornamen dengan tulisan "Sabang" dan "Merauke" di sisi kiri kanan lengannya.

"Tiap baju ada tema-nya. Ada baju dengan peta Indonesia, gambar koin 100 perak yang ada wayang-nya, gambar-gambar itu ditaruh di belakang agar tetap enak dilihat dan simpel," ungkapnya. 

Dia mengatakan, target pasar bisnis se-Indonesia adalah anak muda. Dirinya ingin generasi muda lebih dapat mengenal dan merasa bangga terhadap Indonesia dengan caranya sendiri. Meski demikian, dirinya mengaku peminat produk mereka ternyata tak terbatas pada kalangan anak muda.

"Ternyata banyak juga khalayak yang lebih dewasa suka sama produk kita," ungkapnya.

Olwen mencontohkan, se-Indonesia pernah kebanjiran pesanan yang berawal dari satu konsumen menyukai produknya.

"Setelah itu satu keluarga besanya pesan juga, untuk dipakai seragaman 17 Agustus katanya," ungkap Olwen seraya tertawa. Desain produk yang simpel dan minimalis tanpa meninggalkan unsur budaya Indonesia dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat se-Indonesia dapat diterima berbagai kalangan.

Hal tersebut bukan isapan jempol semata. Pasalnya, Olwen mengaku bisnis yang dimulai dengan modal senilai Rp50-100 jutaan ini dapat mencapai break even point dalam waktu yang sangat singkat.

"Kita bisa BEP dalam sebulan, awalnya karena sempat ikut pameran di Menteng satuu hari. Enggak nyangka, ternyata produk kita di sana terjual habis padahal awalnya merasa laku dua buah juga sudah syukur," ungkapnya.

Saat ini, produk se-Indonesia sudah dikirim hingga ke beberapa negara seperti Australia, Hongkong, Dubai, Kanada, Jepang, Singapura dan Malaysia. Sean mengatakan, bisnis pakaian ini konsisten dikembangkan dirinya bersama Olwen karena fesyen dianggap sebagai perantara yang tepat untuk menyampaikan suatu pesan pada khalayak.

"Menurut kami pakaian itu medium yang paling pas untuk menyampaikan pesan ke orang karena dipakai kemana-mana, dan enggak ada basinya," ungkapnya. 

Meski mengaku masih harus terus menstabilkan bisnisnya, Sean dan Olwen rencananya akan membuka offline store se-Indonesia di luar negeri agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

"Fungsinya seperti representatif kami saja sih di luar negeri, nantinya desain untuk pasar luar negeri pun akan disesuaikan dengan kebiasaan berpakaian mereka," ungkap Olwen. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar