Yamaha Mio S

Sayang, Gelap Adalah Teman Setia dari Waktu-waktu yang Hilang

  Jumat, 16 Agustus 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi malam.(Pixabay)

Suatu malam, di sebuah cafe di daerah Dago, saya dan dia melepas rindu dengan bertemu. Kami memilih kursi yang langsung menghadap panorama Kota Bandung. Di tengah obrolan, kami mendapati kerlip di ujung kota, diselingi celoteh ke sana kemari. 

Diujung pembicaraan, saya menunjuk satu titik sambil bilang, “Hey, kelak salah satu dari cahaya lampu di sana akan menjadi tempat tinggal kita.”

Apalagi namanya kalau bukan gombalan.

Bukan tanpa alasan saya mengajak dia ke salah satu dataran tinggi di kawasan Bandung utara. Selain merasakan atmosfer nge-date, melihat suasana kota dan polusi cahaya dari ketinggian merupakan upaya mendekatkan kami dengan gelap.

Namun, sebelum menu pesanan datang, saya dan dia menghilang laksana Tuxedo Bertopeng dan Sailor Moon, untuk kemudian bertemu kembali di satu tempat yang gulita. Tanpa listrik, tanpa cahaya, dan hanya disatukan oleh kekuatan bulan dan tentu saja, cinta.

Di tempat lain nan jauh di sana, Thomas dan Faraday sedang ngopi ditemani senja berbalut canda tawa. Dua sohib yang telah berteman lama itu baru saja menekan tombol merah yang berada di sisi gelas secara bersamaan, yang berakibat matinya seluruh listrik di penjuru dunia, kecuali tempat mereka nongkrong.

Pertemuan Thomas dan Faraday kala itu tak berlangsung lama lantaran keduanya mesti kembali bekerja. Merasa perlu untuk kembali nongkrong, mereka pun berjanji untuk kembali bertemu di tempat yang sama, suatu saat nanti.

Sekali lagi, rindu memang harus dibayar dengan bertemu. Bertahun kemudian, Thomas dan Faraday kembali bersua, masih di tempat yang sama, dan tentu sambil ngopi. Namun, kali ini bukan espresso yang mereka sesap, melainkan es kopi susu.

Tombol merah yang bertahun lalu sempat mereka tekan mulai pudar kecoklatan. Jika pada pertemuan pertama tombol tersebut ditekan dengan sengaja, kini keduanya tanpa sadar mendudukinya. Dan akhirnya.

Minggu, 4 Agustus 2019, warga Jabodetabek, Banten, Bandung, dan sebagian Jawa Tengah mati listrik. Menurut PLN, hal tersebut terjadi karena gangguan transimisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500kV Ungaran dan Pemalang.

Keadaan sedikit lebih baik lantaran masyarakat yang terdampak akibat matinya listrik enggak harus bertransmigrasi ke kota lain seperti di film Survival Family. Tak terbayang apabila seluruh warga Bandung misalnya, mesti pindah ke kota lain karena listrik padam dalam waktu bertahun-tahun.

Sedikit menyinggung film tersebut, sang sutradara, Shinobu Yaguchi menggambarkan kacaunya situasi Kota Tokyo karena tak adanya listrik yang notabene merupakan kebutuhan utama warga.

Cerita terfokus pada satu keluarga yang tak memiliki pilihan selain mengungsi. Bahkan, aktivitas seluruh warga kota nyaris lumpuh. Uang, yang menjadi alat transaksi tak lagi bernilai. Secara perlahan kejahatan (pencurian)pun mulai merebak.

Dengan situasi kota yang tak karuan, diceritakan bahwa air dan makanan menjadi lebih penting dibandingkan benda bernama uang.

Keluarga itupun memulai petualangannya menuju kota lain dengan bersepeda lantaran kendaraan lain, termasuk pesawat tak bisa beroperasi. Di akhir cerita, mereka menemukan makna perjuangan, kerja keras, dan yang terpenting: merasakan manfaat listrik yang sebelumnya dianggap biasa saja. 

Entah di mana, yang jelas, di bawah terang bulan dan dikelilingi pepohonan saya dan dia masih asyik bercerita. Dalam gelapnya malam, saya berujar kepadanya, meski dengan sedikit geli karena kalimat ini sudah sering dipakai dan didendangkan oleh ratusan orang ketika berada dalam kegelapan.

“Sayang, gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.”

Di tempat lain nan jauh di sana, Thomas dan Faraday pulang ke rumahnya masing-masing usai es kopi susu yang mereka teguk habis tak bersisa. Tanpa menyadari bahwa tombol merah kecoklatan telah didudukinya dalam waktu yang cukup lama.

Hendi Abdurahman

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar