Yamaha Mio S

Kekeringan Melanda 7 Desa di Kecamatan Cipatat KBB

  Kamis, 15 Agustus 2019   Tri Junari
Ilustrasi sawah alami kekeringan akibat musim kemarau panjang. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

CIPATAT, AYOBANDUNG.COM--Tujuh dari 12 desa yang ada di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kekeringan dampak kemarau tahun ini. Kekeringan melanda lahan pertanian atau pesawahan yang ada di wilayah tersebut.

Camat Cipatat, Iyep Tamchur Rahmat menga­takan, desa yang lahan pertaniannya sudah terdampak kekeringan itu diantaranya, Desa Sumur Bandung, Sarimukti, Kertamukti, Mandalasarii, Mandalawangi, Rajamandala dan Ciptaharja.

Sebetulnya semua desa disini sudah terdampak kekeringan. Disini total ada 12 desa, tapi yang paling parah mengalami kekeringan ada di tujuh desa itu, ujarnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Cipatat, Kamis (15/8/2019).

AYO BACA : Siaga Kekeringan di KBB Berlangsung 1 Agustus sampai 31 Oktober

Ia mengatakan, saat ini sebagian kepala desa di Kecamatan Cipatat, sudah berupaya untuk membuat sumur bor di setiap wilayah yang mengalami kekeringan tersebut.

Tapi sebagian wilayah pertanian disini, saat musim kemarau tahun ini lahannya tidak digunakan untuk menanam tanaman apapun. Kecuali kalau lahan pertaniannya ada dekat sungai, katanya.

Sementara pihaknya saat ini sudah memfasilitasi dengan melaporkan wilayah yang sudah terdampak kekeringan itu ke Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung Barat agar segera bisa mendapat bantuan.

AYO BACA : 20 Daerah di Jabar Kekeringan, Ridwan Kamil Prioritaskan Rekayasa Cuaca

Alhmadulillah kalau lahan pertaniannya dekat dengan sungai masih bisa dimanfaatkan. Tapi untuk irigasi yang kekeringan itu nanti kami berkoordinasi lagi dengan Pemda, ucapnya.

Untuk lahan pertanian yang terdampak kekeringan itu, lanjut Iyep, nantinya bisa memanfaatkan air dari Sungai Cimeta. Namun hal tersebut membutuhkan bantuan karena lokasinya cukup jauh.

Sementara untuk air bersih saat ini, kata Iyep masih aman, sehingga semua warga di 12 desa tersebut tidak terlalu kesulitan untuk keperluan sehari-hari saat musim kemarau tahun ini.

Kalau untuk air bersih, Alhamdulillah masih aman. Untuk musim kemarau tahun ini hanya lahan pertanian saja yang terdampak kekeringan, kata Iyep.

AYO BACA : Kekeringan Akibat Ulah Manusia

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar