Yamaha Aerox

Simak Tata Cara dan Larangan Pasang Bendera Merah Putih

  Kamis, 15 Agustus 2019   Erika Lia
Bendera merah putih terpasang di depan Balai Kota Cirebon jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Setiap Agustus atau bahkan menjelang bulan kedelapan di tahun masehi ini, keberadaan bendera merah putih rutin tampak di banyak lokasi.

Mulai gedung pemerintahan hingga rumah warga, tersemat bendera-bendera pada tiang beragam jenis.

Pengibaran dan/atau pemasangan bendera memiliki aturan yang mengikat lho. Salah satunya, bendera merah putih tidak boleh dikibarkan/dipasang saat malam hari.

Aturan itu termuat dalam Pasal 7 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 7 ayat (1) disebutkan, pengibaran dan/atau pemasangan bendera negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam, kata Sekretaris Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Nina Isniawati kepada Ayocirebon, Kamis (15/8/2019).

AYO BACA : Warga Ujungberung Akan Bentangkan Bendera 74 Meter dan 74 Buah

Pengibaran dan/atau pemasangan bendera, dapat dilakukan pada malam hari hanya dalam kondisi tertentu. Aturan ini termuat dalam Pasal 7 ayat (2).

Saat pemasangan dan/atau pengibarannya, bendera dinaikkan atau diturunkan pada tiang secara perlahan-lahan. Tak hanya itu, penaikan dan penurunan bendera pun harus dengan khidmat dan tak menyentuh tanah.

Nah, setiap 17 Agustus, bendera merah putih wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia oleh warga negaranya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Atas ketentuan itu, sebagaimana Pasal 7 ayat (4), pemerintah daerah memberikan bendera negara kepada warga Indonesia yang tak mampu untuk dikibarkan di rumah masing-masing.

Pengibaran dan/atau pemasangan bendera, memiliki tata cara penggunaan. Bendera negara harus dikibarkan dan/atau dipasang pada tiang yang besar dan tingginya seimbang dengan ukuran bendera.

AYO BACA : Perjuangan Olly Mengibarkan Bendera Merah Putih di Cirebon

Aturan itu ada pada Pasal 13 ayat (1), imbuh Nina.

Pada ayat berikutnya yakni ayat (2) menyebutkan, bendera negara yang dipasang pada tali diikatkan pada sisi dalam kibaran bendera.

Sementara, pada ayat (3) dinyatakan, bendera yang dipasang pada dinding, dipasang membujur rata.

Selain pengibaran pada setiap 17 Agustus, bendera merah putih dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.

Pengaturan bendera merupakan simbol identitas wujud eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Karena itu, beberapa hal dilarang dilakukan oleh warganya terhadap bendera merah putih. Sesuai pasal 24, larangan-larangan itu yakni:

a. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara;
\nb. memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial;
\nc. mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
\nd. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada bendera negara; dan
\ne. memakai bendera negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara.

Itu dia tata cara maupun larangan terhadap bendera merah putih. Jangan sampai asal ya!

AYO BACA : 300 Warga Bogor Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 100 Meter

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar