Yamaha Aerox

Mahasiswa Indonesia Belajar Peternakan Sapi Modern di Australia

  Kamis, 15 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 20 Mahasiswa Indonesia yang terpilih dari berbagai daerah diberangkatkan ke Australia untuk mempelajari bagaimana beternak sapi modern. Mereka terpilih berkat program NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP)  yang telah berjalan sejak 2012.  

Program yang dilaksanakan selama 10 minggu tersebut akan memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru bagi para mahasiswa Indonesia. Mereka akan  belajar  pelatihan penggembalaan secara intensif meliputi aspek kesejahteraan dan penanganan hewan ternak, juga belajar langsung di industri peternakan yang telah dijalankan secara modern.

AYO BACA : Perda K3 Akan Berganti Jadi Perda Tibum Tralinmas

Dirjen Belmawa menilai bahwa program magang di luar negeri ini perlu didukung guna meningkatkan profesionalitas mahasiswa dalam pengelolaan peternakan sapi modern. Hal ini sesuai dengan prinsip penta-helix, khususnya kerja sama Perguruan Tinggi dengan berbagai sektor untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan. Harapannya setelah pulang para mahasiswa mampu membawa pengalaman berharga untuk bekal bekerja di masa mendatang.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Ir. Didiek Purwanto, mengharapkan program ini memberikan pembelajaran praktis dan berdampak pada industri peternakan di tanah air. Apalagi, minat generasi muda di sektor peternakan masih rendah. Beternak bukan pilihan menarik untuk menggantungkan hidup, bahkan bagi seorang lulusan sarjana  peternakan sekalipun. Mahasiswa peternakan yang lulus kuliah  banyak yang malah meniti karir di luar sektor peternakan.

AYO BACA : Pengamat: Tak Perlu Demo, Mitra Ojol Medan Bisa Manfaatkan Kopdar Gojek

“Kami juga mengharapkan mereka yang di masa mendatang akan memberikan dampak baik bagi  industri peternakan di Indonesia. Kami sangat senang, 60% lulusan program ini telah  bekerja di industri peternakan, 25% masih kuliah, 5% bekerja di luar industri peternakan, dan 10% bekerja dan melanjutkan Pendidikan di luar negeri,” jelas Didiek dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Salah satu peserta mengungkapkan antusiasmenya menjalani program ini dan berharap banyak hal dapat dipelajari. “Harapannya semakin banyak pengalaman yang real di lapangan, dan bisa diaplikasikan di dunia kerja” ujar Kezia Nathaniel (19), mahasiswa program studi Ilmu dan Industri Peternakan UGM.  

Program yang berjalan sejak 2012 tersebut merupakan hasil kerja sama antara Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Northern Territory Cattlemens Association (NTCA) Australia, dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia. Hingga saat ini, program NIAPP telah mengirim 89 mahasiswa Indonesia ke Australia Utara.

AYO BACA : Hujan Turun di Bogor Saat Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar