Yamaha Aerox

Dermatitis Atopik Dapat Menyerang Bayi Hingga Lansia

  Kamis, 15 Agustus 2019   Istihanah Soejoethi
Dermatitis Atopik. (istimewa)

JAKARTA PUSAT, AYOBANDUNG.COM--Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai Dermatitis Atopik (DA), suatu penyakit kulit kronis yang dapat menyerang semua umur, dari bayi sampai dengan lansia, dan mengenai semua jenis kelamin.

DA dapat membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah dan jika tidak segera ditangani akan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter sepesialis kulit agar mendapatkan penanganan secepatnya. 

Menurut data World Allergy Organization 20181, prevalensi penderita DA pada anak sebesar 5-30% dan pada dewasa sebesar 1-10% dari populasi dunia.

“DA merupakan penyakit kulit yang diturunkan secara herediter sehingga sebaiknya tidak memakai terminologi ‘sembuh’, melainkan ‘terkontrol’," dr. Anthony Handoko, CEO Klinik Pramudia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). 

“DA dapat dicetuskan oleh banyak faktor, antara lain cuaca panas, perubahan cuaca, keringat yang banyak, debu, daya tahan menurun, stress dan gigitan seranggga. Secara umum penderita DA cenderung memiliki kulit yang cenderung kering dan gejala utama pada penderita DA adalah merah dan gatal, sehingga sering disebut dengan istilah eczema atau eksim,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan secara teoritis lokasi kelainan kulit pada DA berbeda pada setiap fase usia anak/remaja dewasa/manula/geriatri. Lokasi klasik pada usia anak adalah lipat siku, lipat lutut, seputar bibir atau mata dan pipi. Yang perlu diperhatikan adalah penderita DA, biasanya memiliki gejala penyerta seperti hidung meler atau bersin pada pagi hari (rhinitis allergica), mata merah (Conjunctivitis allergica), dan asma.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar