Yamaha Aerox

Emiliano Sala Terpapar Karbon Monoksida Sebelum Kecelakaan Pesawat

  Rabu, 14 Agustus 2019   Nur Khansa Ranawati
Pesepakbola Emiliano Sala. (istimewa)

LENGKONG, AYONANDUNG.COM--Pesepakbola Emiliano Sala (28) diketahui terpapar karbon monoksida tingkat tinggi sebelum kecelakaan pesawat yang fatal merenggut nyawanya dan seorang pilot bernama DAvid Ibbotson di Selat Inggris Januari 2019 lalu. Hal ini didapat dari laporan yang Air Accidents Investigations Branch (AAIB).

Sebagaimana dilansir BBC, Rabu (14/8/2019), tes toksikologi pada tubuh Sala menunjukkan kadar CO dalam darahnya sangat besar sehingga bisa menyebabkan kejang, tidak sadar atau serangan jantung. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa darah Sala memiliki tingkat COHb (carboxyhemoglobin) 58%. Pada orang pada umumnya, kadar tersebut seharusnya tak lebih dari 50%. Bila melampaui, tubuh dapat bereaksi dengan gejala meliputi kejang, tidak sadar dan munculnya serangan jantung.

Inspektur utama AAIB untuk penyelidikan kecelakaan pesawat ini, Geraint Herbert, mengatakan Sala dan Ibbotson terkena gas sebelum pesawat jatuh.

AYO BACA : Pesawat yang Ditumpangi Emilia Sala Ditemukan

"Gejala paparan rendah bisa berupa kantuk dan pusing, tetapi ketika tingkat paparan meningkat, itu dapat menyebabkan ketidaksadaran dan kematian," ungkapnya.

Dirinya mengatakian pihak AAIB tengah terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut, khususnya soal bagaimana karbon monoksida dapat memasuki kabin di jenis pesawat yang ditumpangi Sala, yakni jenis Piper Malibu. 

"Penyelidikan terus dilakukan di berbagai bidang sehubungan dengan kecelakaan ini, tetapi khususnya kami sedang berupaya memahami bagaimana monoksida dapat memasuki kabin di pesawat jenis ini,"ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga Sala melalui pengacaranya, Daniel Machover mengatakan pihaknya mendesak pemeriksaan teknis yang terperinci terkait penyebab kecelakaan tersebut dilakukan. Mereka menilai, keluarga dan masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi yang tidak simpang siur mengenai hal tersebut. 

"Keluarga dan masyarakat perlu tahu bagaimana karbon monoksida bisa masuk ke kabin. Keselamatan udara di masa depan bergantung pada mengetahui sebanyak mungkin tentang masalah ini," jelasnya.

AYO BACA : Satu Mayat Ditemukan di Puing Pesawat Pesepakbola Sala

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar