Yamaha Lexi

Kivlan Zen Laporkan Wiranto Terkait Pembentukan Pam Swakarsa pada 1998

  Rabu, 14 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Menkopolhukam Wiranto (tengah). (ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kakostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menggugat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pada Senin (5/8/2019) lalu. Gugatan tersebut terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998, yang disebut oleh pihak Kivlan, diperintahkan oleh Wiranto.

Pam Swakarsa adalah kelompok sipil yang dipersenjatai yang dibentuk untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR 1998.

Gugatan Kivlan terhadap Wiranto diajukan ke PN Jakarta Timur dengan nomor perkara 354/Pdt.G/2019/PN Jkt.Tim. Sidang perdananya rencananya digelar pada Kamis (15/8/2019) besok pukul 09.00 WIB.

AYO BACA : Wiranto Sebut DI/TII Akar dari Gerakan Radikal di Indonesia

Ditelusuri dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Timur, Kivlan menyebutkan penugasan pembentukan Pam Swakarsa merupakan kegiatan yang memerlukan pembiayaan sehingga pihak tergugat harus membayar kerugian yang dialami penggugat.

Kerugian yang dimaksud mencakup materiil dan imateril. Kerugian materiil sebesar Rp8 miliar karena penggugat harus menjual rumah, mobil, dan mencari pinjaman untuk menanggung pembentukan Pam Swakarsa.

Untuk imateril, Kivlan menuntut Rp100 miliar (menanggung malu karena hutang), Rp100 miliar (tidak mendapatkan jabatan yang dijanjikan), Rp500 miliar karena mempertaruhkan nyawa dalam Pam Swakarsa.

AYO BACA : Kivlan Zen Ajukan 4 Gugatan Praperadilan, Ini Rinciannya

Kemudian, Kivlan juga menuntut Rp100 miliar karena telah dipenjarakan sejak 30 Mei 2019. Ia juga mengalami sakit dan tekanan batin sejak November 1998 sampai dengan sekarang dengan ganti rugi Rp184 miliar

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta, menyebut gugatan perdata ke PN Jakarta Timur terhadap Wiranto untuk mencapai kesepakatan bersama. "Arahnya harusnya pada perdamaian. Pak Kivlan habis uangnya buat Pamswakarsa. Kalau bisa mereka berdua damai lah," kata Tonin, Selasa (13/8/2019).

Ditemui di lokasi terpisah, Wiranto membantah gugatan yang disampaikan Kivlan Zen soal pembentukan pasukan pengamanan (Pam) swakarsa. "Nanti ada bahan-bahan resmi menyeluruh, tak jelaskan (saya jelaskan). Tapi, semuanya itu tidak benar," katanya, Selasa (13/8/2019).

Hal tersebut disampaikan Wiranto usai pembacaan ikrar setia Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dari eks-Harokah Islam Indonesia, DI/TII, dan NII.

AYO BACA : Anak Kartosuwiryo: di Indonesia Ada 2 Juta Pengikut NII

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar