Yamaha Aerox

Dukung Cimahi Military Tourism, TNI Sumbang 5 Monumen Perjuangan

  Selasa, 13 Agustus 2019   Tri Junari
Peresmian monumen Alutsista di Taman Perjuangan ditandai dengan penandantangan prasasti oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. (Tri Junari/Ayobandung.com)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--TNI menyumbang lima Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang telah di demiliterisasi kepada Pemerintah Kota Cimahi dan menjadi monumen di Taman Perjuangan Jalan HMS Mintaredja Kota Cimahi.

Dua platform alutsista Tank AMX-13 dan Panser Saladin Passr Saladin FV 601 kini bertengger menghiasi taman perjuangan dan bagian dari penunjang program Cimahi Military Tourism.

Setelah pemasangan di dua titik itu, tiga titik lainnya segera menyusul untuk dipasang Alutsista. Satu platform di Taman Adiraga Jalan Jenderal Sudirman berupa Panser Saladin, satu platform di Batas Kota (Padasuka) berupa Tank AMX-13, serta satu platform di Taman Sriwijaya berupa Meriam-48.

Peresmian monumen Alutsista di Taman Perjuangan ditandai dengan penandantangan prasasti oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Monumen Alutsista ini menjadi simbol Kota Cimahi yang identik sebagai kota militer.

AYO BACA : HUT Ke-73, Pameran Alutsista Tampilkan Persenjataan Canggih TNI

ALPAL Slogdam Kodam III/Siliwangi Letkol CPL Jon Marti Purba menambahkan, awalnya memang ada permintaan dari Pemkot Cimahi untuk membuat monumen menggunakan Alutsista.

Dasarnya permintaan, pengajuan dari Pemkot Cimahi meminta kepada TNI Angkatan Darat untuk dijadikan satu monumen. Cimahi ini memang bisa dikatakan kota militer, ujarnya.

Dia berharap Alutsista yang sudah terpasang ini bisa dijaga dan dirawat bersama-sama. Sebab, Alutsista merupakan milik bersama warga Indonesia.

Mudah-mudahan Kota Cimahi tambah maju dan kita mengharapkan alat ini tolong di jaga tolong dirawat karena ini milik kita bersama, pungkasnya.

AYO BACA : Upacara hingga Pameran Alutsista Meriahkan HUT TNI ke-73

Ditempat sama, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan dibangunnya Taman Perjuangan serta Monumen Alustista selain sebagai tempat rekreasi, juga mendukung program Cimahi Military Tourism melalui pendekatan sejarah.

Terlebih lagi, Kota Cimahi dibangun pada zaman Pemerintahan Kolonial Belanda sekitar tahun 1886 dengan fungsi utama sebagai tempat garnisun militer. Dengan sejarah itu, Kota Cimahi memiliki julukan sebagai kota militer.

Dan sampai sekarang menjadi pusat pendidikan militer di Indonesia. Sekarang ada 13 Pusdik di Kota Cimahi, kata Ajay.

Dikatakannya, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak TNI yang sudah menghibakan Alutista ini kepada Pemkot Cimahi. Ajay mengatakan, Alutista ini merupakan salah satu alat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ini salah satu alat untuk mempertahankan keutuhan NKRI, hibah dari TNI, tandasnya.

AYO BACA : Peresmian Monumen Panser Anoa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar