Yamaha Aerox

Mentan Copot Pejabat Eselon Kementerian Terkait Kasus Bawang Putih

  Selasa, 13 Agustus 2019   Republika.co.id
Salah satu pedagang sayuran di pasar Leuwi Panjang Purwakarta, Wasim Sunendar, menunjukkan bawang putih jualannya, Rabu (1/5/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengambil langkah tegas menyikapi kasus dugaan suap impor bawang putih yang merembet ke penggeledahan KPK di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian pada Senin (12/8/2019). Langkah itu dengan mencopot seluruh pejabat kementeriannya yang terkait dalam kasus.

“Bapak Mentan mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV yang terkait dalam kasus impor bawang putih, terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih di Ditjen Hortikultura. Beliau ingin Kementan jelas sikapnya terkait kasus ini dan memberikan ruang yang luas bagi KPK untuk melakukan penyelidikan,” tegas Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan seperti dilaporkan Republika, Selasa (13/8/2019).

Menurut Justan, Kementan sangat terbuka bagi KPK untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih secara terang benderang, sehingga publik bisa jernih melihat masalah ini. Meskipun sebenarnya belum diketahui keterlibatan pejabat Kementan, namun Mentan merasa perlu mengambil langkah tegas, konkret, dan segera sebagai komitmennya dalam antikorupsi.

AYO BACA : Suap Impor Bawang Putih: KPK Geledah DPR, Kemendag, dan Kementan

Langkah ini perlu untuk memitigasi risiko reputasi Kementerian Pertanian yang sedang diakui kinerja positifnya dalam perekonomian Indonesia.

“Sejak awal Kementan telah bekerja sama dengan KPK dan secara khusus tiga personil KPK ditempatkan di Kementan untuk pencegahan korupsi. Pegawai di Ditjen Hortikultura juga terbukti sudah berani melaporkan ke KPK terkait pemberian gratifikasi dan ini nyata dilakukan oleh mereka. Selain itu, mereka juga sudah mem-blacklist 72 importir bawang nakal,” kata Justan.

Langkah tegas Mentan Amran ini juga untuk menjaga marwah Kementerian Pertanian sebagai Lembaga yang telah mendapatkan penghargaan antigratifikasi dua kali pada 2017 dan 2018 dari KPK. Mentan tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya.

AYO BACA : Terlibat Suap Impor Bawang Putih, PDIP Pecat Nyoman Dhamantra

Justan mengungkapkan, di Kementan setidaknya ada sekitar 400 orang pegawai yang telah dipecat karena terindikasi KKN. Bahkan, secara keseluruhan ada 1.432 pegawai Kementan yang telah didemosi dan mutasi karena ‘bermain-main.

“Ini adalah tanggung jawab moril kami, para Eselon I sebagai pimpinan tinggi Kementerian. Kami tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang. Ini adalah langkah antisipasi saja. Kami mendukung KPK sepenuhnya dalam menjalankan proses hukum," tegas Justan.

Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono menambahkan, pihaknya sangat mendukung langkah tegas dan berani Mentan. Menurut Momon, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab moril para Eselon I dan dukungan kepada Menteri Pertanian yang selalu menggaungkan antiKKN dan antimafia.

“Para Eselon I Kementan malam tadi sepakat untuk mencopot semua pejabat yang terkait dengan rekomendasi impor bawang putih, meskipun belum tentu mereka bersalah. Mereka dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomendasi impor bawang putih. Ini untuk menjaga kepercayaan publik dan menjaga integritas seluruh pegawai Kementan,” ujar Momon.

Momon menegaskan, Menteri Pertanian berada di garda terdepan pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan tegas melawan mafia pangan yang selama ini menggerogoti perekonomian negara. "Beliau selalu menekankan upaya pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan sangat tegas terhadap mafia pangan,"  ujarnya.

Momon melanjutkan, Kementan menghormati penyelidikan dan proses hukum yang berjalan dan mendukung penuh KPK. “Namun, manakala nantinya tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baik mereka dan dikembalikan pada posisi semula,” tegasnya.

AYO BACA : KPK Amankan Anggota Komisi VI DPR Terkait Suap Impor Bawang Putih

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar