Yamaha NMax

Begini Harapan Petani Tembakau Jelang Panen

  Selasa, 13 Agustus 2019   Mildan Abdalloh
Petani tembakau. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

NAGREG, AYOBANDUNG.COM--Sejak Maret, petani tembakau di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung mulai menanam, kini tanaman bahan baku rokok tersebut sudah berdaun besar dan menunggu masa panen.

Dayat (60) petani tembakau asal Kampung Pamujaan, Desa Citaman Kecamatan Nagreg mengatakan, tembakau biasa ditanam saat akhir musim penghujan dan dipanen saat musim kemarau.

Saat ini, sebagian tembakau di ladang para petani sudah mulai memasuki masa panen.

AYO BACA : Kampung Tembakau Sumedang

"Sebagian sudah dipanen, tapi masih banyak yang belum," ujar Dayat, Selasa (13/8/2019).

Dia berharap saat masa panen ini harga tembakau bisa naik, sehingga petani bisa mendapat keuntungan lebih.

Menurutnya harga tembakau ditentukan oleh pelbagai hal, mulai dari kualitas daun, sampai kandungan nikotin. Makin baik kualitas daun dan tinggi nikotin, makin tinggi juga harganya.

AYO BACA : Produksi Tembakau Kurang Optimal

Selain itu, posisi daun juga berpengaruh terhadap harga jual. Daun yang berada paling atas atau mendekati pucuk mempunyai nilai jual tinggi.

"Daun dari batang paling bawah mempunyai harga paling rendah," ujarnya.

Biasanya daun di bagian batang paling bawah dijual kepada pabrik rokok, karena mempunyai harga jual yang rendah, sementara daun dari bagian tengah sampai atas sebagian diolah.

"Daun yang paling bawah harganya hanya Rp20.000/kg, untuk yang tengah Rp80.000/kg dan bagian atas Rp100.000/kg," ujarnya.

Ade Tatang (55), petani tembakau lainnya asal Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka mengatakan, tembakau merupakan mata pencaharian bagi dirinya.

Dengan permintaan yang tinggi, dia berharap agar pada masa panen ini bisa mendapat untung lebih dari biasanya.

AYO BACA : Produksi Tembakau Diprediksi Menurun

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar