Yamaha

Sebelum Wafat, Penjagal Kurban di Cimahi Ucapkan Takbir

  Senin, 12 Agustus 2019   Tri Junari
Tangkapan layar dari video viral penjagal hewan kurban meninggal. (@dudimuttaqien/instagram)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Asep Hadad (51), warga Kampung Sukarintih RT 04 RW 05, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang wafat saat akan menjagal hewan kurban sempat mengucap takbir sebelum tersungkur.

Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik nampak seorang panitia yang bertugas memotong hewan kurban tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri menimpa ternak sapi yang akan disembelihnya.

AH yang mengenakan peci warna hitam, kaos, celana warna hitam dan bersepatu bot tersungkur saat hendak menjagal sapi yang sudah dalam posisi terbaring dan terikat.

Belakangan diketahui kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. AH meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di bantu warga sekitar.

Pihak keluarga tak menduga kejadian ini akan terjadi. Pasalnya, setelah takbiran semalam suntuk, Asep menjadi imam salat di masjid dekat rumahnya, lalu kemudian beristirahat sebentar di rumah sebelum menunaikan salat Iduladha.

"Bapak bermaafan dan bercanda dengan warga sekitar, orangnya memang humoris," ujar Fajar Lukmanul Hakim (22), anak kedua Asep di kediamannya, Senin (12/8/2019).

Sepulangnya dari Salat Ied, ujar Fajar, ayahnya kemudian mengajak main cucu pertamanya. Saat itu, kondisi Asep masih tampak segar bugar.

"Asalnya bapak enggak ada keluhan apa-apa, memasuki jam delapan lebih, tenaga bapak kuat. Sapi dijatuhin bapak sambil takbir, baru satu kaki yang diikat sambil mengucap takbir, bapak langsung jatuh," tuturnya.

AYO BACA : Penjagal Hewan Kurban di Cimahi Meninggal Mendadak Sebelum Menyembelih

Kejadian itu sempat membuat kepanikan, pihak keluarga pun segera membawa Asep yang tak sadarkan diri ke RSU Avicenna. Namun, nyawa Asep sudah tak tertolong ketika masuk ke Ruang IGD.

"Didiagnosanya kena penyakit jantung, jadi bukan karena ditendang oleh sapi seperti yang beredar di media sosial," ucap Fajar.

Semasa hidupnya, ayahnya merupakan sosok yang serba bisa. Mulai dari urusan otomotif hingga menyembelih hewan kurban. Asep pun dikenal sebagai tempat warga berkonsultasi jika ada masalah.

"Alhamdulillah banyak warga yang menyolatkan," katanya.

Desi (45), salah seorang tetangga korban, mengatakan prosesi penyembelihan hewan kurban sempat terhenti beberapa saat setelah kejadian. 

"Akhirnya ada yang membawa pak Asep ke RS, sebagian lagi di sini melanjutkan penyembelihan," katanya.

Kemarin, jenazah Asep telah dikebumikan di pemakaman keluarga yang tak jauh dari kediamannya. 

"Pak Asep memiliki budi yang baik, tentu kami sangat kehilangan," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar