Yamaha Mio S

Makan Daging Kambing Berlebihan Memicu GERD Makin Parah

  Senin, 12 Agustus 2019   Republika.co.id
Ilustrasi—Lemak jahat dalam daging kambing bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah, baik pembuluh darah otak maupun jantung. (Martin Fuhrmann/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Praktisi kesehatan, Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH, menjelaskan, daging kambing dan sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh yang di dalamnya terdapat LDL.

Lemak jahat, menurut Ari, bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah, baik pembuluh darah otak maupun jantung. Namun, selain mengandung lemak, daging kambing juga kaya akan protein hewani yang dibutuhkan menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.

Mengingat hal tersebut, Ari mengatakan, daging tetap penting untuk dikonsumsi. Akan tetapi, ia mengingatkan agar tak mengonsumsinya secara berlebihan.

AYO BACA : Kambing Mutan Lahir dengan 2 Kepala dan 3 Telinga

"Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit," ujarnya.

AYO BACA : Ini Cara Olah Daging Kambing Agar Tak Bau Saat Dimasak

Ari mengungkapkan, daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya. Imbangi dengan banyak minum dan konsumsi sayur-sayuran.

"Orang dengan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD), yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kekerongkongan, bisa akan bertambah parah GERD-nya setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan," jelas Ari yang merupakan konsultan gastroenterohepatologi.

Apalagi jika langsung tidur karena kekenyangan sehingga setelah makan daging kambing. Itu akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya.

"Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi berkelanjutan," kata Ari.

AYO BACA : Kaitan Daging Kambing dengan Kolesterol

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar